Kapal Induk Inggris Merapat di Jepang untuk Gertak China

Kapal Induk Inggris Merapat di Jepang untuk Gertak China
Kapal induk HMS Queen Elizabeth Inggris merapat di Jepang. | Foto: Cnnindonesia.com

KBA.ONE, Jakarta - Kapal induk Kerajaan Inggris, HMS Queen Elizabeth, mulai merapat di pangkalan militer Amerika Serikat dekat Tokyo, Jepang pada Senin 6 September 2021 malam waktu setempat.

Mengutip Reuters, keberadaan kapal induk itu disebut untuk menggertak China yang terus unjuk kekuatan militer negara tersebut di Laut China Selatan.

Jepang termasuk salah satu negara di kawasan Asia Timur yang khawatir dengan tensi di Laut China Selatan yang semakin tinggi.

Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi dan komandan militer senior tampak mengunjungi kapal induk HMS Queenz Elizabeth. Tampak pula seorang perwira militer AL Inggris menjelaskan cara F-35B lepas landas dari haluan kapal induk.

"Tujuan dari pengerahan (kapal induk) ini untuk menandai dimulainya komitmen (Inggris ke Jepang)," kata Komodor Steve Moorhouse terkait kapal induk senilai US$4,15 miliar itu yang merapat di Jepang.

Jepang yang mencoba menerbangkan dan mendaratkan pesawat F-35B di kapal induk mencoba meningkatkan kerja sama keamanan dengan sekutu Amerika Serikat. Kerja sama itu bertujuan menguatkan posisi mereka di laut China Selatan di tengah pamer kekuatan militer China di kawasan tersebut.

"Kunjungan armada tempur kapal induk Inggris sangat berarti bagi kami untuk mempertahankan dan memperkuat kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," tutur Kishi dalam kunjungannya ke kapal induk Inggris.

Sebelumnya, China pamer kekuatan udara mereka di Laut China Selatan. Negara itu mengerahkan pesawat tempur melintasi teritori udara Taiwan.

Kementerian Pertahanan Taiwan menuturkan 19 pesawat militer China itu terdiri di antaranya dari 10 jet tempur J-16 dan empat Su-30, empat jet pengebom H-6 yang dapat membawa hulu ledak nuklir, dan sebuah pesawat anti-kapal selam.

Taipei menuturkan segera mengerahkan sejumlah pesawat tempur guna mencegat manuver belasan pesawat militer China tersebut. Militer Taiwan juga mengaktifkan sistem rudal mereka guna memantau pergerakan belasan jet tersebut.

Anara

Komentar

Loading...