Kasasi Ditolak, Irwandi Yusuf Dihukum 7 Tahun Penjara

Kasasi Ditolak, Irwandi Yusuf Dihukum 7 Tahun Penjara
Irwandi Yusuf. | Foto: Detik.com

KBA.ONE, Banda Aceh - Mahkamah Agung RI menolak kasasi yang diajukan Irwandi Yusuf, mantan Gubernur Aceh, terpidana kasus suap proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018. Petikan putusan itu telah diterima Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  Kamis 13 Februari 2020.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebutkan berdasarkan putusan itu Irwandi Yusuf dijatuhkan pidana penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp300 juta subsider (hukuman pengganti jika tak dibayar) 3 bulan penjara.

Irwandi Yusuf juga dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun sejak selesai menjalani pidana.  

"Atas putusan yang  tersebut, KPK akan segera melaksanakan eksekusinya," kata Ali Fikri seperti diberitakan laman AJNN, Kamis (13/2) malam.

Sebelumnya, majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis kepada Irwandi Yusuf selama 7 tahun tahun penjara ditambah denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

KPK tidak terima dengan keputusan itu dan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Kemudian vonis Irwandi Yusuf bertambah menjadi 8 tahun penjara, dan mencabut hak politik selama 5 tahun.

Mendapat keputusan tersebut, kemudian Irwandi Yusuf mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Dikatakan Ali Fikri, pada hari yang sama KPK juga menerima petikan putusan Mahkamah Agung RI atas nama Hendri Yuzal yang isinya menolak  permohonan kasasi terdakwa dan memperbaiki putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor : 25/PID.SUS-TPK/2019/PT. DKI tanggal 8 Agustus 2019, yang menguatkan Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 25/PID.SUS-TPK/2019/PT. DKI tanggal 8 Agustus 2019 mengenai kualifikasi tindak pidana menjadi “korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut". ***

Komentar

Loading...