Kasus Dugaan Mesum Oknum Kanwil Kemenag Aceh Dihentikan, Pemko: Tetap Dilaksanakan Kalau Ada Bukti

Kasus Dugaan Mesum Oknum Kanwil Kemenag Aceh Dihentikan, Pemko: Tetap Dilaksanakan Kalau Ada Bukti
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifi, | Foto: KBA.ONE, Ayu

KBA.ONE, Banda Aceh – Tidak cukup bukti, kasus dugaan mesum oknum Kanwil Kemenag Aceh, berinisial TJ, telah dihentikan oleh Tim Penyidik Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh, pada Kamis 4 November 2021.

Penghentian penyelidikan kasus ini menimbulkan banyak polemik di kalangan masyarakat, yang menginginkan kasus tersebut terus dilanjutkan hingga selesai.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin saat ditemui usai eksekusi uqubat cambuk di Taman Sari, Rabu 10 November 2021, mengatakan pihaknya menjunjung tinggi proses hukum yang dilakukan bidang penegakan hukum.

"Kalau itu belum lengkap, berarti ada kekurangan data yang belum bisa menyebabkan dia melaksanakan hukuman," kata Zainal.

Sebab, kata Zainal, melanjutkan dalam pelaksanaan hukum Islam ini saksi sangat menentukan, oleh karena itu tidak cukup bukti tidak cukup saksi maka harus dipahami keberpihakan pada si A, si B, si C. "Karena tidak cukup bukti tidak boleh dihukum," ungkapnya.

Sementara, Zainal menjelaskan semuanya tidak ada perbedaan di mata hukum, jika sudah cukup bukti maka harus dilaksanakan sesuai dengan undang-undang yang sudah ada.

Menurutnya, jika kasus ini memungkinkan untuk dilanjutkan penyelidikan kembali, maka harus dilanjutkan karena hukum tidak memilih bulu dan masyarakat juga sepakat tidak ada tebang pilih. "Saya pikir tetap dilaksanakan kalau memang ada bukti-bukti baru nantinya," tutupnya. | AYU, Kontributor Banda Aceh

Anara

Komentar

Loading...