Kawasan Keramba Ikan di Ulee Lheue Dambakan Listrik

Kawasan Keramba Ikan di Ulee Lheue Dambakan Listrik
Lokasi keramba ikan di kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Lokasi keramba budidaya ikan yang berada di kawasan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh belum dialiri listrik.

Hal ini membuat para pemilik keramba terpaksa memanfaatkan cool box (peti pendingin) yang diisi es batu untuk menyimpan stok pakan ikan.

Hasdi, salah seorang pemilik keramba di wilayah tersebut, mengatakan pakan ikan yang disimpan dalam freezer dapat bertahan hingga dua bulan. Jika ada aliran listrik, ia mengaku bisa menstok pakan ikan lebih banyak lagi, untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu harga pakan ikan naik.

"Tapi kan masalahnya di tempat kita ini belum ada akses listriknya,” ungkap Hasdi kepada KBA.ONE, Selasa 20 Oktober 2020.

Sebelumnya, kata dia, salah satu kelompok dari pengelola keramba pernah mengajukan permohonan kepada pihak PLN beberapa bulan lalu. "Namun belum diizinkan, katanya terkendala karena di bawah jembatan. Untuk alasan detailnya saya juga enggak (tidak) tau,” tambah Hasdi.

Ia dan pemilik keramba lainnya berharap kepada pihak dan instansi terkait agar mengalirkan listrik ke kawasan keramba tersebut. Karena selain untuk keperluan freezer penyimpan pakan ikan, meraka juga butuh penerangan agar keamanan di tempat itu lebih terjamin.

Untuk diketahui, keramba ikan yang sudah ada sejak 10 tahun ini awalnya hanya memiliki dua kapling keramba, kini sudah bertambah menjadi delapan kapling.

Hasdi mengungkapkan di keramba yang ia kelola terdapat berbagai jenis ikan yang dibudidayakan, seperti ikan kerapu, kakap putih, kuwe atau ikan rambeu, dan lobster.

Kata dia, jika ikan-ikan tersebut dibudidaya dari benihnya, maka dapat dipanen sekitar tujuh bulan sampai 10 bulan sekali, paling lama 1 tahun, dan dipasarkan masih di seputaran Banda Aceh dengan harga Rp80 ribu per kilogram untuk semua jenis ikan.*** | Lutfi & Tasya, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...