KBRI Riyadh Pulangkan 200 Lebih WNI dan TKI yang Hilang 31 Tahun 

KBRI Riyadh Pulangkan 200 Lebih WNI dan TKI yang Hilang 31 Tahun 
KBRI Riyadh. | Foto: Ist

KBA.ONE, Jakarta - 200 lebih warga negara Indonesia (WNI) dipulangkan ke Tanah Air oleh Kedutaan Besar RI (KBRI) Riyadh. Mereka diterbangkan dengan maskapai Saudia Airlines, dengan penerbangan khusus.

"Pesawat Saudia dengan penumpang lebih dari 200 orang ini take off dari Bandara King Khalid Riyadh pukul 11.20 waktu Arab Saudi, dijadwalkan akan tiba di Jakarta tengah malam," kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4/2020).

Agus memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah Arab karena dinilai telah memberi perhatian luar biasa kepada WNI. Bahkan pemerintah Arab menyiapkan penerbangan, kata Agus, di tengah situasi negaranya yang sedang menerapkan kebijakan lockdown.

Baca juga:2.795 Kasus Positif Corona di Arab Saudi, 7 Orang di Antaranya WNI

"Di suasana lockdown dan di saat semua bandara ditutup, Arab Saudi juga memberikan izin khusus para WNI yang akan pulang ke Indonesia dengan pengawalan khusus.
Alhamdulillah, Allah telah memudahkan semuanya," ungkap Agus.

Agus menerangkan ratusan WNI yang dipulangkan terdiri dari jemaah umroh yang sebelumnya tertahan di Arab dan para tim petugas haji Indonesia, serta para WNI kurang beruntung yang selama beberapa tahun tinggal di rumah singgah KBRI Riyadh.

"Di antara WNI yang dipulangkan, terdapat seorang WNI yang hilang selama 31 tahun. Carmi pekerja migran asal Desa Bandengan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat," terang Agus.

Agus menjelaskan, berdasarkan nota diplomatik dari Kemenlu Kerajaan Arab Saudi, penerbangan khusus ini awalnya diperuntukkan hanya untuk para jamaah umroh 1.226 orang. Namun dari jumlah tersebut hanya 60 orang yang mendaftar secara online di Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

"KBRI terus melakukan lobi ke Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Haji dan Umrah, Imigrasi Arab Saudi dan berbagai pihak untuk bisa menerbangkan para WNI khususnya mereka yang selama 1 sampai 3 tahun berada di rumah singgah KBRI Riyadh sebanyak 97 orang, termasuk satu WNI yang pernah hilang selama 31 tahun," jelas Agus.

KBRI juga telah mengupayakan agar para tim petugas haji yang sedang mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi bisa dipulangkan, meski visa mereka bukan visa umroh. ***

Komentar

Loading...