Keasyikan Ekowisata Mangrove di Pulau Sicanang

Keasyikan Ekowisata Mangrove di Pulau Sicanang
Salah satu spot foto di ekowisata manggrove. | Foto: KBA.ONE, Ghandi

Ada sekolah alam, taman nipah, spot-spot foto menarik di taman ekowisata manggrove.

SEPERTI hari-hari biasanya di daerah pesisir, sore itu terik matahari cukup menyengat. Itu sudah terasa dari jarak sekitar 5 Km dari pusat kota Belawan, persis di mulut Jalan Pulau Sicanang, pintu utama menuju Ekowisata Mangrove.

Tidak ada petunjuk arah untuk mencapai lokasi itu. Hanya berbekal google maps dan informasi penduduk setempat, KBA.ONE mencoba menelusuri tempat wisata yang baru beroperasi di tahun 2013.

"Ambil jalan kiri bang, terus aja nanti dapat itu," kata ibu penjual mie sop di pertigaan, Jalan Pulau Sicanang. 

Tidak jauh dari pertigaan, terlihat pria berompi kuning membunyikan pluitnya, mengatur lalu lintas kendaraan bermotor yang melintasi jembatan Sicanang yang tampak sedang dalam perbaikan. 

Jalan Pulau Sicanang yang membelah hutan mangrove di sisi kiri dan kanannya, saat itu sedang tergenang air pasang limpahan laut Belawan. Mulai tampak beberapa rumah panggung khas pesisir yang di bawahnya dialiri air.

Di ujung jalan berdiri sebuah gereja diapit gedung-gedung kosong terbengkalai. Jalan menuju Ekowisata Mangrove ternyata tidak semudah arahan ibu penjual mie sop di pertigaan tadi. Setelah bertanya kembali dengan penduduk setempat, mengambil jalan ke kanan dari gereja, adalah arah yang benar menuju ke sana. 

Belum selesai sampai di situ, pertigaan berikutnya membuat kita harus bertanya kembali kepada penduduk setempat. Kali ini tampak pemukiman yang cukup padat dan lapangan olahraga di persimpangan itu.

"Abang masuk kanan, nanti ada sekolah belok kiri, terus aja udah dapat tempatnya," ucap wanita yang sedang duduk di seberang lapangan. 

Hanya sekitar 3 menit, sampailah di lokasi tujuan. Gapura besar bertuliskan Ekowisata Mangrove Belawan Sicanang terpampang di ujung jalan. 

"Sini parkirnya bang," teriak pria yang duduk di bawah tenda kuning di sisi kiri gapura. Lalu mempersilahkan kami masuk ke hutan mangrove.

Kesan pertama saat memasuki kawasan hutan mangrove, tampak tidak begitu menarik. Rasa pesimis pun muncul dan berpikir bahwa tempat wisata ini akan membosankan untuk dikunjungi.

Sampai di sebuah pondok, seorang wanita menyambut KBA.ONE. "Tiketnya Rp10 ribu Per orangnya ya bang, udah sama minum," sapa wanita itu sambil menunjukkan tiket dan minuman sari jeruk kemasan. Tiket masuk yang cukup murah untuk sebuah tempat wisata. 

Di sebelah pondok pembelian tiket tampak sebuah perahu yang juga menjadi salah satu objek wisata di tempat itu. "Biasanya naik kapal ini juga bisa bang, keliling cuma 15 ribu per orangnya, tapi sekarang lagi rusak kapalnya," cerita wanita bernama Sulis itu. 

Di sudut lain, tidak jauh dari perahu tadi, tampak pula hiasan tulisan Ekowisata Mangrove Belawan Sicanang.

Tidak hanya melihat hutan mangrove saja, wisatawan juga dapat memandangi taman nipah dan beberapa tumbuhan air lainnya. Tak cuma itu, di tempat ini juga ada sekolah alam yang digunakan anak-anak di desa sekitar untuk belajar bahasa inggris dan alam. 

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati makanan dan minuman di kafetaria yang ada di Ekowisata Mangrove ini. Terdapat beberapa gazebo yang dihias cantik menggunakan kain berwarni-warni. Gazebo yang di bangun di atas aliran air ini menambah suasana tenang dan nyaman ketika berkunjung ke sana.

"Weekend yang rame di sini bang, kalo hari biasa gini lumayan juga lah, tapi sabtu minggu lebih rame di sini," jelas ibu yang berjualan di Cafetaria. 

Terik matahari yang menyengat kulit saat di perjalanan pun tak terasa lagi ketika berada di sini. Apalagi tempat wisata ini dikelilingi pepohonan yang tingginya mencapai 3 hingga 5 meter membuat suasana terasa sejuk.

Ekowisata Mangrove Belawan Sicanang juga menyediakan fasilitas umum seperti musala dan toilet. Wisatawan juga bisa berfoto di atas rumah pohon dan beberapa spot foto lainnya yang sudah disediakan. 

Rasa pesimis di awal pun lenyap. Wisata ini punya potensi yang cukup besar dan menarik untuk dikunjungi. Saat KBA.ONE berkunjung pada Selasa, 15 Desember 2020. Setidaknya ada sekitar 10 pengunjung yang datang silih berganti sore itu. 

Ekowisata Mangrove Belawan Sicanang buka mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan Pukul 18.00 WIB. Anda tertarik? Yuk, kunjungi wisata alami yang mengasyikkan itu!

Komentar

Loading...