Kebun Kecil di Sekolah dan Kenangan Tentang Danil

Kebun Kecil di Sekolah dan Kenangan Tentang Danil
Gerbang SD Negeri 53 Banda Aceh, sekolah tempat Danil mengajar | KBA.ONE/Fatma

KBA.ONE, Banda Aceh - Mata Syura Suleha kini bakal sering berlinang jika menatap kebun kecil di belakang sekolahnya itu. Kebun yang ditanami bayam, sawi, dan beberapa jenis sayuran itu mengingatkannya pada sosok Danil Juliansyah, guru Syura di Sekolah Dasar Negeri 53 Banda Aceh tersebut. Danil biasanya mengajak Syura dan kawan-kawannya menanam bibit sayuran di kebun tersebut.

"Pak Danil orangnya baik, suka bercanda, nggak suka marah. Paling kalau kami nakal aja dimarahin. Biasanya Pak Danil kalau jam istirahat duduknya di kantor atau di kantin sama guru-guru lain," ujar siswi kelas IV sekolah yang terletak di kawasan Luengbata Banda Aceh, Jumat, 12 Oktober 2018.

Danil mengajar di sekolah itu sejak setahun lalu. Selama mengajar ia pernah didapuk sebagai wali kelas IIIA, kelas Syura dulu.

Danil lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar atau PGSD Universitas Serambi Mekkah. Ia masih muda, 24 tahun. Pria lajang ini tinggal di Gampong Ateuk Jawo, Banda Aceh.

Yusuf, dosen Danil di PGSD Universitas Serambi Mekkah melihat bekas mahasiswanya itu sosok yang mudah bergaul. "Berkawan sama siapa saja mau perempuan ataupun lelaki. Suka bantu kawan-kawan," ujarnya.

Figur ramah tersebut tak hilang dalam diri Danil ketika ia bertugas di SDN 53. Di sekolah itu, ia dikenal dekat dengan murid-muridnya. Muksin, ayah Syura, mengakui hal itu. Ia pernah melihat dan memperhatikan anaknya dan siswa-siswa lain bersama Danil saat di sekolah.

Di mata Muksin, Danil sangat kompak dengan murid-muridnya. "Walaupun saya nggak terlalu kenal sama Pak Danil tapi saya perhatikan saat anak saya bersama dengan Pak Danil mereka kelihatan akrab dan kedekatan emosional antara mereka sangat jelas terlihat selayaknya guru dan murid," ungkapnya.

Di SD 53, jika ada jam pelajaran kosong, Danil sering menggantikan guru yang berhalangan hadir. Biasanya ia mengajar Matematika. Namun, layaknya guru sekolah dasar, Danil bisa mengajar semua mata pelajaran. Bahkan berkebun.

Kebun sayuran di belakang SDN 53 Banda Aceh | KBA.ONE/Fatma

"Hari Jumat Pak Danil masih ngajar kayak biasa. Tapi hari Sabtu (6 Oktober 2018) Pak Danil udah nggak pernah nampak lagi di sekolah," ujar Syura. Ia sempat menanyakan hal itu ke beberapa gurunya tapi tak ada jawaban pasti.

Yang tidak diketahui Syura, Danil dikabarkan menghilang sejak Minggu, 7 Oktober 2018, sekitar pukul 14.00 WIB. Kabar hilangnya Danil sempat beredar lewat media sosial. Ira, kakak Danil, bercerita terakhir kali ia melihat adik bungsunya itu keluar dari rumah menggunakan jaket hitam, baju kaos warna merah, celana warna hitam, dan membawa tas ransel berisi laptop. Danil pergi meninggalkan rumah menggunakan Honda Beat Hitam BL 5531 JJ. Kepada Ira, Danil bilang akan pergi minum kopi bersama teman-temannya.

Sementara Syura baru mendapatkan jawaban pasti setelah pada pagi Jumat di sekolahnya diadakan pembacaan Yasin. "Tadi pagi kami semua baca Yasin untuk Pak Danil di lapangan sekolah. Guru semua nangis," ujar Syura dengan mata berkaca-kaca.

Pembacaan Yasin itu menjadi pertanda bagi Syura bahwa Danil tak pernah kembali lagi ke sekolah itu. Danil ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di sebuah indekos kawasan Kuta Alam pada Kamis 11 Oktober 2018. Di jenazah Danil ada luka di bagian leher. Diduga bekas gorokan.

"Kami sedih sekali waktu dengar kabar kalau Pak Danil sudah meninggal. Walaupun Pak Danil pernah marahin kami, itu karena kami nakal," ujar Syura. Ia ingat suatu kali pernah mengusili gurunya itu.

Kini, bila menoleh ke kebun di sudut belakang sekolahnya, Syura terkenang Danil. Namun Syura paham, Pak Danil-nya tidak akan pernah datang lagi untuk mengajaknya menanam sayur di kebun tersebut.

Komentar

Loading...