Kelompok "Preman Pensiun" Lakukan Pencurian di 18 Titik

Kelompok "Preman Pensiun" Lakukan Pencurian di 18 Titik
Kelompok preman pensiun diamankan di Polresta Banda Aceh. | Foto: KBA.ONE, MHD Saifullah

KBA.ONE, Banda Aceh - Usai melalukan pesta sabu, sekelompok muda-mudi yang mengatasnamakan diri sebagai "Preman Pensiun" diciduk petugas kepolisian, di salah satu gedung bekas penginapan di kawasan Kuta Alam, Banda Aceh.

Parahnya, kelompok yang diisi muda-mudi berusia belasan tahun tersebut merupakan komplotan spesialis pembobol rumah bedeng.

Masing-masing dari mereka berinisial, MN, 19 tahun, dan BN, 19 tahun, warga Banda Aceh, serta BG, 19 tahun, warga Aceh Besar. Selain itu, tiga pelaku lainnya masih anak di bawah umur berusia 16 tahun dua orang dan 17 tahun satu orang.

"Tiga diantaranya masih anak-anak, bahkan salah satunya masih SMP," kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP Muhammad Ryan Citra Yudha, dalam konferensi pers, Jumat 5 Februari 2021.

Yudha menyebutkan Keenamnya ditangkap petugas, Selasa 26 Januari 2021, sekira pukul 20.00 WIB. Setelah itu, mereka dibawa ke Polsek Kuta Alam untuk diperiksa lebih lanjut.

Belakang, diketahui bahwa kelompok ini pernah melakukan pencurian di sejumlah titik di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, sejak Desember 2020 hingga Januari 2021. Sebanyak 15 kali aksi pencurian dilakukan di wilayah Banda Aceh dan tiga lainnya di kawasan Aceh Besar.

"Mereka memang kebanyakan melakukan pencurian di rumah-rumah bedeng," ujar Yudha.

Tak hanya menangkap keenam kelompok "Preman Pensiun", polisi juga menciduk seorang tersangka lainnya yang berperan sebagai penadah, berinisial DP, 35 tahun, warga Aceh Besar.

Barang-barang hasil curian komplotan itu dijual kepada tersangka DP, selaku penadah dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp100 ribu sampai Rp1 juta.

"Uang dari hasil penjualan tersebut digunakan para tersangka untuk membeli sabu," ungkapnya.

Hasil pengungkapan ini petugas menyita sejumlah barang bukti, seperti 15 unit gawai dengan berbagai merek, tiga unit power bank, tiga buah tabung gas elpiji ukuran 3 Kg, dan dua unit sepeda motor.

Kini, komplotan remaja tersebut ditahan di Mapolresta Banda Aceh. Pasal yang dikenakan kepada tujuh pelaku pun berbeda.

Tiga pelaku yang masih di bawah umur, dikenakan Pasal 363 KUHP Jo Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak dentan ancaman pidana tujuh tahun.

Sementara, pelaku MN, BN, dan BG, dikenakan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman pidana tujuh tahun. Sedangkan DP, selaku penadah, diancam Pasal 480 KUHP ancaraman pidana empat tahun.*** | MHD SAIFULLAH, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...