Keluarga Syam Terima RLH dari Kodim Aceh Jaya

Keluarga Syam Terima RLH dari Kodim Aceh Jaya
Dandim Aceh Jaya menyerahkan kunci RLH kepada Syam. | Foto: KBA.ONE, Khadafy

KBA.ONE, Aceh Jaya - Satu unit Rumah Layak Huni (RLH) kembali diserahkan Kodim 0114 kepada Syam, keluarga kurang mampu di Desa Krueng Sabee, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, Senin 19 Oktober 2020.

Sebelumnya, Kodim Aceh Jaya juga sudah membangun satu unit RLH untuk satu warga kurang mampu di Desa Ceunamprong, Kecamatan Indra Jaya, beberapa pekan lalu.

Dandim Aceh Jaya, Letkol CZI Arief Hidayat, mengatakan bahwa program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah pola program rutinitas berkelanjutan dilakukan oleh TNI. "Siapun warga tidak mampu, kita siap membantu mereka," imbuhnya, Senin 19 Oktober 2020, saat serah terima kunci RLH.

Dengan adanya bantuan rehab rumah ini, Dandim Arief berharap semoga rumah tersebut bisa memberikan manfaat luar biasa kepada keluarga Syam.

"Alhamdulilah, terbangunnya rumah ini bukan hanya kerja keras pihak TNI saja. Namun hasil kerja sama baik dan sinergi kita bersama, yaitu turut terlibat pihak PLN wilayah Calang dalam memberikan pemasangan amper listrik gratis, dan pihak Blood PDAM Aceh Jaya guna pemasangan meteran air gratis kepada keluarga ini," ungkap Arief.

Selama ini, ujar Arief, pihaknya juga selalu intens berkonsultasi dengan dinas terkait. Baik itu camat, geuchik (kepala desa), tentang warga-warga yang memang layak dibantu dan memang membutuhkan bantuan.

Sementara, Camat Krueng Sabee, Muslim Arais, mengatakan sangat bersyukur atas gerakan sosial dilakukan Dandim Aceh Jaya bersama anggotanya.

"Terima kasih kepada jajaran TNI dan pihak lainnya, sudah membantu keluarga kami yang sudah lama tidak memiliki rumah," imbuhnya.

Ke depan bersama TNI dan para dermawan, sehingga bisa saling bahu membahu untuk membangun RLH dengan dana yang minim

Selain itu, sesuai dengan intruksi dari Bupati Aceh Jaya,Teuku Irfan TB, memberi isyarat bahwa dalam dana gampong untuk dapat diprioritaskan untuk RLH.

"Kemudian, kami di kecamatan akan mendata mana masyarakat yang betul-betul layak menerima dan diberikan bantuan rumah atau rehab rumah," ungkapnya.

Selain itu, dengan adanya gerakan sosial seperti ini, kata Muslim, hal itu juga menjadi inspirasi bagi semua pihak. "Untuk ke depan, Insya Allah kita juga sudah membangun satu komunitas gerakan sosial dengan melibatkan para dermawan, dengan nama Komunitas Meuripee, dan akan dilaunching dalam waktu dekat ini," terangnya kepada KBA.ONE.

Sementara, Syam, mengucapan terima kasih sebesar-besarnya disampaikan kepada semua pihak yang terlibat dalam membangun RLH bagi dia dan keluarganya.

Syam mengaku tidak pernah bermimpi untuk memiliki rumah. Apalagi berharap hidup di rumah yang layak.

Sebelumnya, selama 12 tahun tanpa memiliki rumah sendiri dan sempat diusir oleh pemilik rumah yang mereka sewa karena tidak mampu membayar, membuat keluarga Syam, terpaksa harus menempati "Istana Reot" di tanah desa.

Amatan KBA.ONE, Sabtu 19 September 2020, rumah yang ditempati keluarga itu selama lima tahun terakhir berdinding papan dan berlantaikan tanah dengan ukuran 5x4 meter.

Selain itu, rumah yang ditempati mereka terkesan tidak layak huni. Pasalnya saat musim hujan atap rumah sudah mulai ambruk itu selalu bocor, sehingga lantai rumah menjadi becek.***

Komentar

Loading...