Kenali Gejala Covid-19 Varian Delta: Cepat Menular dan Lebih Mematikan

Kenali Gejala Covid-19 Varian Delta: Cepat Menular dan Lebih Mematikan
Ilustrasi Covid-19 varian Delta. | Foto: Ist

Gejala varian virus corona Delta B.1.617.2 yang 'cepat menular dan lebih mematikan'' cukup berbeda dengan gejala Covid klasik.

Varian mutasi ganda dari India ini telah menyebar di banyak negara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, Jumat lalu (18/06), virus ini telah menginfeksi 148 orang di enam provinsi di Indonesia - Jawa Tengah yang tertinggi.

Lantas apa gejalanya?

Berdasarkan studi Zoe Covid Symptom di Inggris, yang dilakukan Profesor Tim Spector, gejala tertular varian Delta terasa "lebih seperti pilek berat" dengan sakit kepala, sakit tenggorokan, dan hidung meler atau tersumbat.

Gejala Delta berbeda dengan gejala Covid klasik berupa batuk, demam dan kehilangan indra penciuman yang kini kurang umum terjadi - berdasarkan data yang diterima tim Zoe dari ribuan orang yang telah mencatat gejala mereka di sebuah aplikasi.

"Sejak awal Mei, kami telah melihat gejala teratas di pengguna aplikasi - dan mereka tidak sama seperti sebelumnya," kata Tim.

Varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India sekarang telah menyumbang 90% dari kasus Covid di Inggris.

Gejala demam tetap cukup umum tetapi kehilangan penciuman tidak lagi muncul di 10 gejala teratas, kata Prof Spector.

Para peneliti menyebut pilek, sakit kepala, dan sakit tenggorokan, sekarang menjadi gejala yang paling sering dilaporkan terkait dengan infeksi Covid dan varian Delta di Inggris.

'Pilek' disertai gejala lain

Waktu awal pandemi, pilek tidak masuk dalam gejala virus corona. Namun, berbeda ketika varian Delta menyerang.

"Sehingga banyak yang mengira mereka hanya terkena pilek musiman, jadi masih pergi ke pesta dan mungkin menyebar ke enam orang lainnya. Ini memicu banyak masalah," kata Tim.

"Jika Anda masih muda, Anda akan merasakan gejala yang lebih ringan, mungkin hanya terasa seperti pilek atau perasaan 'tidak enak badan' biasa - tetaplah di rumah dan lakukan tes."

Bahkan orang yang tidak merasa sakit parah dapat membahayakan orang lain.

Pilek cenderung berkembang lebih bertahap dan tidak terlalu parah, meskipun tetap membuat Anda merasa tidak sehat. Bersama dengan batuk, mungkin ada bersin dan sakit tenggorokan dan hidung meler, namun demam, menggigil, nyeri otot dan sakit kepala jarang terjadi.

Jika Anda merasakan pilek dan disertai batuk terus menerus, juga gejala lainnya, Anda harus dites virus corona. 

Saat ini, Badan Kesehatan Inggris tetap mengatur, hidung tersumbat atau sakit kepala bukan alasan untuk melakukan tes Covid - walaupun hasil penelitian menunjukan, mereka yang positif memiliki gejala ini.

Berbeda, Amerika Serikat memasukan kedua itu sebagai gejala orang yang mungkin memiliki Covid.

Gejala lainnya adalah demam atau kedinginan, batuk, sesak napas atau kesulitan bernapas, kelelahan, nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, hilangnya rasa atau bau, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, mual atau muntah dan diare.

Komentar

Loading...