Tiga Sekolah Ditutup di Banda Aceh

Kepsek SD Muhammadiyah 2: Sebelumnya Tidak Ada Menerima Peringatan

Kepsek SD Muhammadiyah 2: Sebelumnya Tidak Ada Menerima Peringatan
Kepala SD Muhammadiyah 2 Banda Aceh, Linda Handayani. | Foto

KBA.ONE, Banda Aceh - Terkait penutupan sementara tiga sekolah di Banda Aceh karena tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19, Linda Handayani, Kepala Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 2, satu dari tiga sekolah yang ditutup mengaku sebelumnya tidak ada menerima peringatan, khususnya mengenai pemasangan spanduk untuk menutup proses belajar mengajar di sekolah secara tatap muka. 

“Kejadian tadi malam, jadi tiba-tiba saja dipasang spanduk. Saya dikasih tahu oleh pihak komite sekolah semalam bahwa ada pemasangan spanduk dari dinas,” kata Linda kepada KBA.ONE, Senin 12 Januari 2020.

Linda sempat heran karena selama ini pihaknya selalu menerapkan prokes sesuai peraturan yang berlaku. Bahkan, di lingkungan sekolah juga disediakan tempat mencuci tangan dan beberapa informasi lainnya mengenai prokes.

Selain itu, para murid juga sudah memakai masker dan melakukan Gemas (Gerakan Masker Sekolah), "bahkan spanduknya masih terpasang. Intinya kami sudah menjalankan apa yang sudah dinas instruksikan,” imbuhnya.

Terkait dugaan adanya siswa yang tidak menerapkan prokes ketika pengawas dari dinas melakukan pemantauan, Linda mengaku tidak mengetahui dan saat itu tidak berada di sekolah. “Ketika ada tim gugus Covid-19 dari dinas, memang saya sedang tidak berada di tempat,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menutup tiga sekolah yang dianggap membandel dan tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dalam menjalankan proses belajar mengajar secara tatap muka. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Saminan Ismail, Senin, 11 Januari 2021, menyampaikan ketiga sekolah yang ditutup yaitu Sekolah Dasar Negeri (SDN) 14, SDN 46, dan SD Muhammadiyah 2 Blower.

Seperti diketahui, sebelumnya Pemerintah Kota Banda Aceh pada 4 Januari 2021, telah memperbolehkan pihak sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar secara tatap muka, dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selama sepekan sejak diberlakukan, dinas pendidikan terus melakukan pemantauan dan kemudian mendapati ada enam sekolah yang dianggap membandel. Keenam sekolah itu diberikan peringatan untuk tetap mematuhi peraturan yang berlaku, hanya tiga sekolah mengindahkan peringatan tersebut.*** | MHD SAIFULLAH, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...