Kerugian Akibat Bencana Banjir di Tangse Capai Rp19,2 Miliar

Oleh ,
Kerugian Akibat Bencana Banjir di Tangse Capai Rp19,2 Miliar
Bencana banjir di Tangse, Kabupaten Pidie pada akhir bulan lalu. | Foto: KBA.ONE, Marzuki

KBA.ONE, Pidie - Hanya hitungan jam, Pemkab Pidie menanggung kerugian mencapai Rp19,2 miliar akibat bencana banjir di Tangse, pada Jumat akhir bulan lalu. Kerugian paling besar dirasakan warga Gampong Layan, Peunalom I, dan Peunalom II, mulai jalan lingkungan yang hancur, jaringan air bersih hingga perumahan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun dibuat kelimpungan untuk penanggulangan kedaruratan, terutama jalan sebagai sarana umum dan jaringan air bersih yang harus disegerakan, di tengah ketiadaan anggaran yang cukup untuk penanggulangan bencana. Sementara musim hujan menjadi momok tersendiri bagi warga dataran tinggi di Pidie tersebut.

KBA.ONE pun mencari informasi ke BPBD Pidie, Senin 22 November 2021, dengan menemui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Junidar. Benar saja, berdasarkan rekapitulasi daftar kerusakan, ada 21 titik di Gampong Layan, Peunalom I maupun Peunalom II.

"Berdasarkan laporan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pidie, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, estimasi kerugian akibat banjir di tiga gampong di Tangse, mencapai Rp19.224.951.238," sebut Junidar.

Katanya, dengan kondisi demikian, pihaknya tengah berupaya melakukan penanganan darurat jalan di lingkungan Gampong Layan dan Peunalom II, dengan cara menutup lubang dan celah badan jalan yang tergerus banjir menggunakan karung berisi pasir.

Selain itu, pihak BPBD juga mengoperasikan empat unit escavator untuk membersihkan material banjir, juga mendukung penanganan darurat badan jalan. Dikatakannya, untuk sementara kawasan yang dilanda banjir ditetapkan masa tanggap darurat selama 28 hari, sejak banjir terjadi dan sudah mendapat persetujuan Bupati Pidie.

"Pada awal terjadi banjir, ditetapkan 14 hari tanggap darurat kemudian diperpanjang 14 hari lagi, dan sudah disetujui bupati," ujarnya.

Sejauh ini Yunidar tidak dapat memastikan kapan akan dilakukan masa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir Tangse. Sebelum berakhirnya masa tanggap darurat beberapa hari ke depan. "Belum dapat dipastikan kapan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir di Tangse karena belum berakhirnya masa tanggap darurat beberapa hari ke depan," ungkapnya.

Anara

Komentar

Loading...