Ketergantungan Smartphone Dapat Berikan Sisi Negatif

Ketergantungan Smartphone Dapat Berikan Sisi Negatif
Ilustrasi | Telegraph.co.uk

KBA.ONE, Lhokseumawe - Ketergantungan terhadap smartphone (telepon pintar) dapat memberikan sisi negatif apabila digunakan berlebihan. Manusia akan menjadi candu, ketergantungan dan menjadi kurang interaksi sosial kepada lingkungan dan alam sekitar.

“Terlebih bagi anak di bawah umur yang sudah menguasai smartphone akan memilih bermain alat ini saat hari libur dari pada bermain di alam bersama teman-temannya. Tidak sedikit juga berakibat fatal yang berdampak kepada kesehatan, apabila sudah candu pada game online yang disediakan melalui alat ini,” kata Zulfiyanda, seorang pengamat teknologi dan dosen di STIH Al-Banna Lhokseumawe, Kamis 1 November 2018.

Smartphone hari ini, katanya kepada KBA.ONE, bukanlah benda langka yang sulit didapatkan atau digunakan oleh kalangan masyarakat. Alat komunikasi ini sudah sangat familiar, tidak saja bagi orang dewasa, tapi juga anak-anak.

“Dulu hanya berfungsi sebagai alat komunikasi. Namun seiring perkembangan di bidang teknologi informasi, alat canggih ini pun memiliki multi fungsi. Memiliki kemampuan lebih dari sekedar alat komunikasi biasa,” ucapnya. 

Zulfiyanda. | Foto: Ist.

Menurut Zulfiyanda, tepat sekali bila ponsel pintar ini dijuluki “kantong doraemon” yang dapat mengeluarkan apapun yang diinginkan. Tentu apabila penggunanya mengetahui kunci ataupun cara mengoperasikannya, lanjut Zulfiyanda.

Seluruh aktifitas manusia, kata Zulfiyanda, saat ini dapat dipermudah melalui smartphone. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, tugas sekolah hingga pekerjaan kantor, bisa dilakukan melalui benda persegi empat dengan jangkauan tak terbatas tersebut.

Smartphone juga, katanya, bisa memberikan manfaat positif bagi penggunanya apabila dimanfaatkan untuk pendidikan, mendapatkan informasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan, untuk kegiatan mau pun untuk alat komunikasi yang bermanfaat.

“Hanya bermodalkan wifi atau quota internet, seluruh dunia dapat diakses walau penggunanya berada di dalam kamar di wilayah terpencil sekalipun,” ujarnya.

“Kalau pribahasa dahulu mengatakan, dengan buku kita dapat melihat dunia. Maka sekarang bisa berganti, dengan gadget kita dapat melihat dunia,” tutur pria yang akrab disapa Yanda ini. Justru itu, katanya, peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing penggunaan smartphone sangat diperlukan. (*)

Komentar

Loading...