Ketika Harta Menjebak Kita

Ketika Harta Menjebak Kita
Ilustrasi | pixabay

Jika diperoleh dengan tidak jujur dan tidak digunakan di jalan kebaikan, secara perlahan harta akan menjadi penyakit dan penyebab kehancuran.

HARTA, menurut etimologi, adalah sesuatu yang dibutuhkan dan diperoleh manusia dalam bentuk barang, uang dan sebagainya yang menjadi kekayaan. Harta ada yang tampak maupun yang tidak tampak, seperti kesehatan, kendaraan, pakaian, dan tempat tinggal. Dalam bahasa Arab disebul al-mal yang berarti condong, cenderung, dan miring. Manusia cenderung ingin memiliki dan menguasai harta.

Sebagian manusia yang terlalu tamak untuk menguasai harta tidak menyadari bahwa harta bisa menjadi jebakan untuknya baik di dunia maupun di akhirat. Pada hakikatnya harta itu akan membawa kebahagiaan dan kenikmatan jika digunakan dan diperoleh dengan cara yang baik. 

Sebaliknya, harta secara perlahan akan menjadi penyakit dan penyebab kehancuran kehidupan pribadi seseorang maupun keluarga jika harta itu diperoleh dengan tidak jujur dan digunakan tidak untuk di jalan kebaikan.

Mari kita simak penjelasan di bawah tentang bagaimana memperoleh dan menggunakan harta yang baik dan sesuai dengan syariat Islam.

Memperoleh Harta yang baik dengan cara seperti:

  1. Dapatkan lah harta dengan cara yang halal melalui kerja keras dan tidak peduli pekerjaan yang dikerjakan, selama itu halal dan membawa rezeki maka lakukanlah.
  2. Beribadah, seberapa keras pun usaha jika tidak diiringi dengan doa maka hasilnya tidak berkah.
  3. Jika usaha dan doa sudah memperoleh rezeki dari Allah hendaklah untuk tetap bersyukur dan terus meminta karunia-Nya.

Penggunaan harta yang baik: 

  1. Digunakan untuk kepentingan hidup sendiri.
  2. 2. Digunakan untuk memenuhi kewajibannya terhadap Allah. Kewajiban kepada Allah itu ada dua macam: (1) Kewajiban materi yang berkenaan dengan kewajiban agama seperti keperluan membayar zakat, nazar atau lainnya, dan (2) Kewajiban materi yang harus ditunaikan untuk keluarga yaitu istri, anak dan kerabat.
  3. Dimanfatkan bagi kepentingan sosial.

Nah, jika melihat penjelasan di atas tentu harta yang kita dapat akan terasa lebih nikmat dan bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk orang lain. 

Tetapi kenapa harta dianggap bisa menjebak? Harta dianggap menjebak jika orang yang menggunakannya memperoleh harta tersebut dengan cara yang tidak halal seperti mencuri, riba dan sebagainya. 

Harta juga bisa menjebak jika orang yang memiliki harta tidak memanfaatkan hartanya dengan cara yang baik seperti; menghamburkan-hamburkan uangnya secara berlebihan.

Siapa yang tidak senang dan merasa bangga jika memiliki banyak harta? Namun inilah yang menjadi jebakan. Karena terlalu terbuai dengan harta yang berlimpah seseorang sampai lupa dengan kewajibannya bahkan mereka sampai menghambur-hamburkan uangnya secara berlebihan hanya untuk kepuasan pribadi.

Tidak hanya itu, seseorang bahkan rela melakukan apapun di luar nalar dan tentunya yang tidak sesuai dengan syariat Islam untuk mendapatkan harta yang berlimpah.

Sesungguhnya harta yang kita dapat itu tidak lebih dari titipan. Karena itu hendaknya kita membagi atau menyumbangkan harta kita kepada mereka yang membutuhkan. Kapan pun, jika Allah SWT berhendak, harta tersebut bisa saja seketika hilang. 

Maka dari itu, jangan terlalu terbuai dengan kesenangan duniawi semata dan jangan tamak. Sebab, tamak bisa menyebabkan timbulnya sifat dengki, permusuhan, perbuatan keji, dusta, curang, dan bisa menjauhkan pelakunya dari ketaatan, dan lain-lain. Itu semua karena jebakan harta!

Penulis: Ghena Meinabila Putri. Mahasiswi UMSU Medan, Jurusan Komunikasi.

Komentar

Loading...