Ketika Taruna Penerbang Berikrar Jauhi Narkoba

Ketika Taruna Penerbang Berikrar Jauhi Narkoba
Taruna dan taruni SMKN Penerbangan Aceh. | KBA.ONE: Fatma.

Ikrar para taruna menjauhi narkoba memberikan nuansa baru untuk menciptakan kearifan lokal. | Faisal A Naser, Kepala BNNP Aceh.

KBA.ONE, Aceh Besar - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh meminta kepada pemuda penerus bangsa agar menepati janjinya untuk menjauhi narkoba.

“Bergetar hati saya ketika mendengar ada sekolah di Aceh yang menyatakan dan mengucapkan perjanjian untuk menjauhi narkoba,” kata Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser, kepada KBA.ONE di SMK Penerbangan Blang Bintang, Aceh Besar, Senin, 14 januari 2018.

Faisal Abdul Naser berharap suatu hari nanti para pelajar itu dapat mengingat kembali bahwa mereka pernah mengucapkan janji tersebut. “Ada janji yang diucapkan, buktikan bahwa kalian bisa,” ujar Faisal. 

Faisal Naser dan Dahliati. | KBA.ONE: Fatma.

Janji para taruna penerbang , kata Faisal, mudah-mudahan bisa dilaksanakan oleh taruna-taruni agar mereka terhindar dari permasalahan narkoba. “Kita antisipasi agar bahaya narkoba ini tidak masuk ke lingkungan sekolah, pendidikan, dan tempat tinggal,” jelasnya.

Menurut Faisal Naser, ikrar para taruna menjauhi narkoba memberikan nuansa baru untuk menciptakan kearifan lokal. Sebab, 30 tahun yang akan datang generasi muda bakal menikmati hasil dari perjuangan saat ini.

Kunjungan Kepala BNNP Aceh ke SMK Penerbangan Blang Bintang, Aceh Besar, dalam rangka melaksanakan instruksi presiden (Inpres) No. 6, 2018 tentang sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), salah satunya di lingkungan pendidikan.

Saat kunjungan, Kepala BNNP Aceh juga menjadi pembina upacara dan mensosialisasikan tentang bahaya narkoba.

Melalui program saweu sikulah, sosialisasi yang diberikan dengan kearifan lokal masuk melalui sekolah-sekolah, fungsi agama, budaya, dan sejarah. Agar generasi Aceh terbebas dari bahaya narkoba.

Kepala SMK Penerbangan Aceh Besar, Dahliati M.pd, mengharapkan program-program sosialisasi anti narkoba dari BNNP ini mampu menangkal peredaran narkoba di lingkungan sekolah. “Setidaknya bisa meminimalisir bahaya narkoba di Lingkungan sekolah dan lembaga pendidikan,” katanya.

Dahliati mengatakan mungkin orang-orang mengira sekolah asrama tidak akan masuk bahaya narkoba. Padahal sebenarnya, kata dia,  justru lingkungan seperti ini paling rawan masuk bahaya narkoba karena kondisi sekolah penerbang masih terbuka dengan lahan seluas 26 hektar. “Masih mudah sekali dimasuki siapa saja,” tutupnya.***

Komentar

Loading...