Ketua Komisi III Aceh Utara Tuding PT PEMA Ciptakan Konflik Baru

Ketua Komisi III Aceh Utara Tuding PT PEMA Ciptakan Konflik Baru
Ketua Komisi III Razali Abu. | Foto: KBA.ONE, Try Vanny

KBA.ONE, Aceh Utara - Tidak melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam pengelolaan Blok B, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Razali Abu, mengecam pihak PT Pembangunan Aceh (PEMA) karena akan menciptakan konflik baru.

Menurut Razali, PEMA saat ini telah membentuk perusahaan patungan dengan PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Padahal lokasi Blok B berada di wilayah kerja Pemerintah Aceh Utara.

“Keputusan Direktur PT PEMA, Zubir Sahim, yang menggandeng PTPL sebagai anak perusahaan merupakan pelecehan terhadap Aceh Utara dan menciptakan konflik baru, karena mereka secara sepihak mengandeng PTPL dari Kota Lhokseumawe,” kata Razali, Kamis 15 Oktober 2020.

Dia mengungkapkan pihaknya selama ini telah merancang qanun untuk mengubah PDPE menjadi PTPE sesuai arahan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, saat Komisi III DPRK Aceh Utara melaksanakan kunjungan kerja dengan PEMA, BPMA dan Plt Gubernur pada Juli 2020.

“Pada saat itu, Plt Gubernur Aceh telah meminta Perusahaan Daerah Pase Energi (PDPE) milik Pemerintah Aceh Utara, menjadi Badan Pengelola Minyak Aceh (BPMA) dalam pengeloaan Blok B, karena mendukung keterlibatan PDPE dalam pengeloan Blok B ini," ungkapnya.

Diketahui, qanun untuk mengubah PDPE menjadi PTPE sudah dikirim ke Biro Hukum Provinsi Aceh untuk diverifikasi dan akan segera diparipurnakan.

“Inikan aneh, karena tidak ada pemberitahuan apapun kepada kami. Kami merasa benar-benar ditinggalkan oleh PT PEMA. Sikap PEMA merupakan keputusan yang salah dan akan menciptakan perang antara Lhokseumawe dengan Aceh Utara,” ucapnya kecewa.

Ia meminta agar pemerintah Aceh dan PT PEMA untuk menyikapi dengan serius persoalan teesebut. Terlebih lahan Blok B yang berada di wilayah Aceh Utara, dan pihaknya siap berperang dengan siapapun karena menurutnya telah menyangkut marwah Aceh Utara.

Sementara hingga berita ini ditayangkan, Direktur Utama PT PEMA, Zubir Sahim, tidak menjawab saat dikonfirmasi oleh KBA.ONE. *** 

Komentar

Loading...