Ketua KTNA Tamiang Minta Pemkab Beli Beras Petani  

Ketua KTNA Tamiang Minta Pemkab Beli Beras Petani  
lustrasi petani.| Pixabay.

KBA.ONE, Aceh Tamiang - Untuk meningkatkan taraf hidup kesejahteraan para petani, ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Tamiang, Yogi Syaputra, meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat agar mau membeli beras milik para petani di Aceh Tamiang. 

"Selama ini, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Aceh Tamiang mendapatkan jatah beras tapi diganti dengan uang. Nah, kalau PNS tidak menerima uang beras lagi, dan langsung menerima jatah beras, tentu kesejahteraan petani kian meningkat  karena beras milik para petani bisa dibeli oleh Pemkab setempat, untuk memenuhi kouta jatah beras para PNS di Aceh Tamiang," kata Yogi kepada KBA.ONE, Sabtu 21 November 2020, di Karang Baru.

Yogi Syaputra, ketua KTNA Aceh Tamiang. | Foto: KBA.ONE, Trisno.

Yogi menambahkan Aceh Tamiang merupakan salah satu lumbung padi di Aceh karena luas areal persawahannya mencapai 9300 hekter, dengan kualitas gabah kering yang bagus. Sayangnya, kata Yogi, gabah-gabah itu dibeli oleh tengkulak dengan harga yang rendah, kemudian dijual ke luar Aceh. 

"Kalau PNS diberikan langsung jatah beras, dan tidak diberi uang sebagai penganti jatah beras, tentu masyarakat tidak menjual gabah keringnya dengan tengkulak, dan langsung menggiling gabahnya menjadi beras, dan beras bisa ditampung oleh Pemkab Aceh Tamiang, dengan harga yang tidak tendah. Dengan demikian, anjloknya pendapatan petani tidak terjadi lagi,"  ungkap Yogi. 

Lanjut dia, program PNS tidak mendapatkan uang penganti jatah beras, dan langsung menerima jatah beras, sudah pernah diusulkan oleh pihak KTNA kepada Dewan Perwakilan Ralyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang untuk dibuat Qanun perlindungan terhadap petani.  

"Tujuannya agar perlindungan dan kesejahtraan para petani bisa meningkat. Namun sayang, usulan itu belum dibahas juga. Saya berharap, berbagai pihak bisa memberikan dukungan untuk program tersebut," ujar Yogi mengakhiri. | SUTRISNO, Kontrubutor  Aceh Tamiang.

Komentar

Loading...