Ketua MPU Aceh: Bijaksanalah Menggunakan Media Sosial

Ketua MPU Aceh: Bijaksanalah Menggunakan Media Sosial
Ilustrasi: Mommies daily

Penggunaan media sosial besar manfaatnya. Selain media dakwah, ini juga menjadi alat mempererat tali silaturahmi serta mempersatukan insan.

KBA.ONE, Banda Aceh - Media sosial itu merupakan sarana atau alat yang memuat suatu informasi. Kalau digunakan untuk mencaci, menghina, memperkeruh suasana, ataupun melakukan fitnah, maka diharamkan dalam Islam.

Adakalanya medsos dijadikan sebagai media dakwah, maka Islam membolehkan. Malahan tidak ada batasan apabila dipergunakan untuk jalan yang benar.

“Hukumnya berkisar antara wajib dan haram sesuai dengan visi dan misinya, efeknya terhadap orang,” kata Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Muslim Ibrahim, di Banda Aceh, Ahad, 26 November 2017.

Menurut Muslim, penggunaan media sosial besar manfaatnya. Selain media dakwah, ini juga menjadi alat mempererat tali silaturahmi serta mempersatukan insan. Namun ada juga yang menjadikannya alat mengadu domba yang menimbulkan permusuhan.

"Maka berhati-hatilah dalam penggunaan medsos. Berlakulah bijaksana. Biar tidak menimbulkan rasa curiga terhadap seseorang apalagi untuk pasangan, karena di Aceh rentan terjadi perceraian akibat medsos,” kata Muslim.

Karena itu, Muslim berharap media sosial dijadikan sebagai sarana berdakwah. Dengan demikian, syariat Islam akan berkembang pesat dan diikuti oleh seluruh masyarakat Aceh dan di luar Aceh. Media sosial, kata Muslim, dapat melahirkan kesalehan dalam hidup.

Kontributor Banda Aceh Rahmadana Jamaluddin

Komentar

Loading...