Proyek Gedung Oncology RSUZA

Ketua Pansus : 12 Perusahaan yang Kalah Sudah Dipanggil untuk Diminta Data Tender

Ketua Pansus : 12 Perusahaan yang Kalah Sudah Dipanggil untuk Diminta Data Tender
Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Fahlevi Kirani. | Foto: KBA.ONE, Komar

KBA.ONE, Banda Aceh - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terkait gedung Oncology Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, M. Rizal Fahlevi Kirani, menyebutkan 12 perusahaan yang kalah sudah dipanggil untuk dimintai data tender dan informasi lainnya.

"Kemarin sudah kita panggil 12 perusahaan yang kalah, termasuk salah satunya PT. MAM Energindo untuk kita mendapatkan informasi dan data-data perjalanan tender itu," kata Fahlevi kepada wartawan, Kamis 15 Oktober 2020 di ruangannya.

Ke depan, kata Fahlevi, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan terhadap Unit Layanan Pengadaan (ULP), Inspektorat, pihak RSUZA selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Kemudian, beberapa orang ahli bidang yang bersangkutan dan peserta pemenang tender proyek gedung Oncology RSUZA.

Ia juga menyampaikan tim pansus akan tetap memanggil peserta yang menang, walaupun mereka sudah memprediksikan bahwa perusahaan yang menang tidak akan datang.

"Hal itu dikarenakan Pemerintah Aceh tidak koperatif. Buktinya surat yang sudah kita kirim seminggu lebih kemarin, pemerintah juga tidak pernah memberi data. Namun perlu diingat kita juga punya data," tegasnya.

Tahapan setelah pemanggilan semua pihak itu, kata Fahlevi, tim pansus akan berkonsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), untuk kemudian tim pansus mengambil sikap.

"Setelah terkumpulkan data lengkap dari semua pihak yang kita panggil, baru nanti kita merekomendasikan ke paripurna. Batas waktu yang diberikan tiga bulan, terhitung mulai akhir Agustus," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan penjelasan dari pihak-pihak yang sudah dipanggil, kata Fahlevi, mereka menjelaskan memang ada ketidakwajaran yang terjadi dalam proses tender proyek gedung Oncology RSUZA itu. "Yang lewat tapi tetap digugurkan dengan alasan tidak cukup admnya. Padahal di pengumumannya kan mereka lewat," imbuh Fahlevi.

Menurut dia, jika persoalan harga yang membuat perusahaan-perusahaan itu kalah juga tidak mungkin. Karena
harga yang tidak pernah dibuka ke publik atau ke perusahaan-perusahaan lain.

"Itulah persoalan atau informasi yang diperoleh dari pemanggilan 12 perusahaan yang kalah itu," ucap Politisi PNA itu.

Kemudian, Fahlevi mengungkapkan, yang mirisnya lagi yaitu, ada pencairan uang muka, sementara proses tender belum selesai. Ini yang kemudian menjadi catatan kenapa itu dicairkan.

Kemudian setelah dilakukan sanggahan, PT MAM Energindo melakukan sanggahan banding dengan mengajukan beberapa bukti pelanggaran dalam proses tender tersebut, serta memberikan uang jaminan sebanyak Rp2,3 miliar atau sebesar satu persen dari total nilai kontrak pekerjaan itu yakni Rp237 miliar.

"Dalam proses sanggahan banding itulah, disitu keluar penandatanganan kontrak. Seharusnya kan harus tunggu dulu keluar keputusan sanggahan bandingnya," tutur Fahlevi.

Ia menyampaikan saat ini tim pansus sedang on the track dan minta dukungan semua pihak. Selain itu, saat ini pihaknya juga telah menandatangani surat untuk meminta dokumen-dokumen yang menyangkut dengan Oncology RSUZA.

"Termasuk dokumen pelelangan, dan Detail Engeneering Design (DED) bangunan Oncology RSUZA Banda Aceh tersebut," ujar Ketua Komisi V DPRA itu.

Berikut nama pimpinan dan anggota pansus pembangunan gedung oncology RSUZA :

1. M. Rizal Fahlevi Kirani (Ketua) dari Fraksi PNA
2. H. Asib Amin (Wakil ketua) dari Fraksi Partai Gerindra
3. Iskandar Usman Al-Farlaky (Sekretaris) dari Fraksi Partai Aceh
4. Tarmizi (anggota) dari Fraksi Partai Aceh
5. Muslim Syamsuddin (anggota) dari Fraksi Partai Aceh
6. Muhammad Yunus (anggota) dari Fraksi Partai Aceh
7. Azhar Abdurrahman (anggota) dari Fraksi Partai Aceh
8. Nurlelawati (anggota) dari Fraksi Partai Golkar
9. Ilham Akbar (anggota) dari Fraksi Partai Golkar
10. H. Taufik (anggota) dari Fraksi Partai Gerindra
11. Fakhururrazi (anggota) dari Fraksi PPP
12. Syamsuri (anggota) dari Fraksi PPP
13. Salihin (anggota) dari Fraksi PKB-PDA
14. Muhammad Ridwan (anggota) dari Fraksi PKB-PDA
15. Sofyan Puteh (anggota) dari Fraksi PAN
16. Purnama Setia Budi (anggota) dari Fraksi PKS

Komentar

Loading...