Ketua PWI Pusat Attal S Depari: Mundur Dari Anggota PWI  Wajib Mengembalikan Kartu Anggota.

Ketua PWI Pusat Attal S Depari: Mundur Dari Anggota PWI  Wajib Mengembalikan Kartu Anggota.
Ketua Umum PWI Pusat, Attal S Depari (kiri) dan Ketua PWI Agara Jumadi (Kanan) di gedung Dewan Pers Jakarta. | KBA.ONE: Bulkaini.

KBA.ONE, Aceh Tenggara-Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Attal S Depari secara tegas meminta anggota yang telah menyatakan mundur dari keanggotaan PWI agar secepatnya mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) yang ia miliki.

Hal ini di sampaikan ketua PWI terkait pernyataan salah satu wartawan harian Serambi Indonesia, Asnawi Luwi, di  media online Antara beberapa waktu lalu.

Namun demikian, sebaiknya pengurus PWI di tingkat Kabupaten atau provinsi harus tegas memanggil bersangkutan untuk membuat pernyataan secara tertulis dan mengembalikan seluruh kelengkapan yang berkaitan dengan PWI. "Jika tidak diindahkan maka pengurus PWI harus melaporkan kepada pihak kepolisian untuk mengambil secara paksa," ujar Attal kepada KBA.ONE di Gedung Dewan Pers Jakarta, Selasa 10 September 2019

Sebelumnya,  Ketua PWI Aceh Tenggara juga membenarkan atas pengunduran Asnawi dari anggota PWI yang dimuat di media sosial dan media online.

“Terhitung sejak Kamis 29 Agustus 2019 Asnawi yang merupakan wartawan dari media Serambi sudah bukan lagi anggota PWI Agara, KTA nya harus dicabut,” sebut Jumadi.

Selain itu, katanya, PWI Agara akan meminta Asnawi dengan secara formal membuat surat pengunduran dirinya. "Baru pengurus PWI Agara membuat tembusan surat tersebut kepada PWI Aceh dan Pusat."

Jumadi menyebutkan alasan Asnawi mengundurkan diri karena ia merasa tak ada dukungan dari PWI dalam kasus pembakaran rumah miliknyanoleh OTK. Padahal, PWI Agara sudah sepenuhnya mengadvokasi dan mendesak pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus pembakaran itu dan percobaan pembakaran kantor PWI pada 1 Agustus lalu.

"Semua itu butuh proses. Masalah ini tidak mudah, jadi kita harus bersabar menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian," sebut Jumadi.

Bahkan, tambah Jumadi, Asnawi pernah menyuruh lembaga PWI untuk demo. "Ini kan gak etis kita lembaga besar, ko, main-main demo. Kita harus profesional bukan asal demo," ungkapnya.

Selaku wartawan profesional, Jumadi  berharap hendaknya Asnawai segera menyelesaikan admnistrasi berupa pengembalian kartu anggota PWI, apalagi penyataan mundurnya sudah dimuat di beberapa media. ***


 
 
 

Komentar

Loading...