Keuangan Masjid Raya Perlu Diaudit

Keuangan Masjid Raya Perlu Diaudit
Pertemuan Majelis Tinggi Wali Nanggroe dan pengurus MRB Banda Aceh | Foto: Ulfah

KBA.ONE, Aceh Besar - Masjid Raya Baiturrman (MRB) Banda Aceh perlu di audit. Kata audit ini muncul saat membahas lanjutan pengelolaan keuangan MRB oleh Majelis Tinggi Lembaga Wali Nanggroe, yang terdiri dari Majelis Tuha Peut dan Majelis Fatwa, di Keurukon Katibul Wali, Aceh Besar, Kamis 7 November 2019.

Sejak disahkannya, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) MRB pada 2017 lalu bertujuan agar pelayanan untuk kepentingan masjid dan umat lebih mudah, mengingat pembangunan MRB semakin luas.

Tugas UPTD ini adalah mengelola semua manajemen MRB, termasuk mengelola keuangan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) misalnya untuk membayar honor pengurus masjid. Kemudian dari umat, seperti sadaqah, infaq, wakaf, serta dana pendapatan dari bagi hasil usaha.

Staf Khusus Wali Nanggroe, Rustam Efendi mengatakan tujuan terbentuknya UPTD tersebut bagus dan pastinya tetap dibutuhkan, tetapi melihat persoalan pengelolaan keuangan MRB yang terjadi saat ini perlu adanya tim untuk mengaudit. "Tim audit itu sendiri dari kita bukan dari luar," katanya.

Sebelumnya, pengelolaan dana MRB ini sudah disepakati. Jika dana MRB mencukupi tetapi didapati fasilitas yang tidak lengkap dan pengelolaannya tidak sesuai, maka dana tersebut akan dicabut.

Menanggapi persoalan keuangan MRB antara UPTD dan imam MRB, Tgk. H.M. Nuruzzahri Yahya akrab disapa Waled Nu selaku ketua Majelis Tuha Peut mengatakan jangan ada fitnah dari kedua belah pihak. Kedudukan UPTD tetap berada diatas, tetapi Imam Besar diatas segala-galanya.

Waled Nu juga memberi masukan, UPTD harus didukung dengan baik. Untuk menghindari persoalan keuangan, terutama penyimpanan uang Kas masjid. Maka perlu dibuka dua buku rekening, "yang satu rekening atas nama pemerintah dan rekening pribadi UPTD Masjid Raya," ungkapnya.

Komentar

Loading...