Keutapang II, Kota Kecil di Pinggiran Banda Aceh

Keutapang II, Kota Kecil di Pinggiran Banda Aceh
Deni Satria. | Foto: Ist

Penulis: Deni Satria (Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Serambi Mekkah)

Asal Usul Nama Keutapang II

Secara adminstrasi, nama Keutapang bukan lah nama sebuah desa, apalagi nama sebuah kecamatan. Berdasarkan cerita yang saya dengar dari orang tua yang saya jumpai di beberapa tempat dalam kawasan Keutapang, konon dulu katanya di jembatan Keutapang terdapat dua batang pohon Keutapang yang tumbuh dengan sendirinya, maka dengan itu lahirlah sebuah nama Keutapang II.

Seiring dengan perubahan zaman, dan pelebaran jalan serta pembangunan jembatan, maka pohon tersebut pun harus dikorbankan demi kepentingan umum. Namun nama Keutapang tidak hilang begitu saja dengan tumbangnya pohon tersebut, tapi masih ada juga orang yang terus mengkumandangkan nama Keutapang II ke antero Banda Aceh.

Ia adalah para kondektur angkutan umum atau istilah kerennya kernet labi-labi yang selalu berteriak dengan merdu "Ketapang II !!! Keutapang II !!!" kepada calon penumpang yang sedang menunggu angkutan di seputaran jalan Diponogoro Pasar Aceh.

Perkembangan Penduduk

Sekitar tahun 80-an PT. Perumnas (persero) membangun sebuah komplek perumahan di wilayah Gampong Lambheu, serta diikuti oleh beberapa perusahaan lokal untuk mengembangkan properti ke wilayah Keutapang II. Sebut saja PT. Meusra Agung di wilayah Gampong Geu Gajah dan PT. Bagah Na Karya di wilayah Gampong Garot.

Walaupun sebelumnya telah hadir duluan asrama TNI di wilayah Geuce Menara dan Geuce Iniem. Maka, urbanisasi penduduk pun ke wilayah Keutapang II semakin meningkat dan semakin padat, dengan hadirnya para pendatang yang hampir dari semua suku bangsa di Indonesia ada di Keutapang II, hidup berdampingan dengan damai sampai akhir hayat.

Putaran Ekonomi di Keutapang II

Dengan meningkatnya jumlah penduduk di Keutapang, para investor pun tertarik untuk mengembangkan usaha di wilayah Keutapang, ini dibuktikan dengan hadirnya restoran cepat saji KFC, Roti “O”. Selain tempat kuliner, perbankan pun turut meramaikan urat nadi ekonomi di Keutapang, sebut saja Bank BNI, Mandiri , BRI yang sekarang sudah menjadi BANK BSI.

Bank lokal pun tidak mau ikut ketinggalan dengan mendirikan Bank Aceh Syariah di pusat pasar Keutapang II. Walaupun Keutapang II bukan central pemerintahan maupun pendidikan, tapi mungkin telah menjadi pusat ekonomi terbesar di Kabupaten Aceh Besar.

Halaman12

Komentar

Loading...