Kisah Habibi Sang Juru Parkir

Kisah Habibi Sang Juru Parkir
Habibi, 30, sedang mengatur parkir kendaraan di Jalan Samudra, Simpang empat, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Jumat 9 Juli 2021. | Foto: KBA.ONE, Waknen Juli

KBA.ONE, Bireuen - Namanya Habibi. Lelaki yang kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir ini, tampak sigap mengatur lalu lintas kendaraan yang keluar masuk di depan Kantor Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN), tepatnya di Jalan Samudra, Simpang Empat, Kecamatan Banda sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Selain jadi juru parkir, pria 30 tahun ini ternyata juga berprofesi sebagai buruh bangunan, namun pekerjaan yang dilakoninya itu kini sedang sepi. "Bisa dibilang pekerjaan saya sebagai buruh bangunan, kalau sepi job aja saya baru jaga parkir," kata Habibi  seraya tersenyum.

Dengan penghasilan Rp75 ribu - 100 ribu per hari, Habibi mengaku selama ini cukup untuk mengasapi dapur keluarganya. Hanya saja tahun ini si sulung bersiap masuk Sekolah Dasar (SD). Ia berharap dengan penghasilannya segitu masih cukup.

"Kalau dibilang kurang semua kita pasti merasa kurang, tinggal lagi bagaimana kita bisa merasa cukup dengan apa yang kita peroleh," ucap Abi, panggilan akrab Habibi.

Memiliki postur tubuh proporsional, Abi tampak cekatan mengatur lalu lintas di kawasan pertokoan yang  lumayan padat di hari-hari kerja. 

Sesekali ia tampak menyapu peluh di dahi, menggunakan selembar handuk kecil yang disandang di bahunya. Tak lupa sebuah topi pet ia kenakan. "Supaya engga panas kali," ungkap Abi. 

Abi bersyukur dan bahagia karena masih bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Kebahagiaan ayah yang memiliki tiga anak perempuan ini, semakin bertambah karena saat ini istrinya sedang mengandung anak ke empat.

“Saya berharap berjenis kelamin laki-laki, namun tetap bersyukur apabila kembali dianugerahi anak perempuan. Yang penting sehat sudah alhamdulillah," ucapnya sambil tersenyum.*** | WAKNEN JULI, Kontributor Bireuen

Komentar

Loading...