KKP Kembangkan Keramba Jaring Apung Lepas Pantai di Sabang

KKP Kembangkan Keramba Jaring Apung Lepas Pantai di Sabang
Keramba Jaring Apung Lepas Pantai di Sabang. | Foto: Fatma.

KBA.ONE, Sabang - Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai atau offshore telah dibangun di Sabang, untuk mendorong budidaya ikan kakap putih.

Selain Sabang, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga membangun di dua wilayah lainnya, yaitu Pangandaran dan Karimunjawa. Dengan total anggaran untuk pembelian tiga unit KJA lepas pantai di Karimunjawa, Pangandaran dan Sabang sebesar Rp131,451 miliar.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Subjakto, dalam kunjungannya ke Sabang, Senin, 21 Mei 2018, menggunakan See Reader dari Banda Aceh yang dinahkodai Zulfikar, seorang pengawas kelautan.

Tiba di Sabang, Dirjen Slamet Subjakto melihat progres SKPT (Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu) yang dibuat oleh KKP, sekaligus mengecek status terakhir KJA lepas pantai.

"Status terakhir kemarin kita bisa melihat sendiri bahwa kondisinya masih dalam tahap perbaikan. Karena sebelumnya KJA offshore dihajar ombak saat sedang proses pemasangan. Ini terjadi karena faktor alam yang tidak mendukung," kata Slamet Subjakto saat diwawancarai KBA.ONE di lokasi KJA Sabang, Selasa 22 Mei 2018.

Slamet berjanji akan menemui Kedutaan Norwegia dan pihak pelaksananya, karena KKP menggandeng teknologi industri perikanan milik Norwegia dalam pembangunan KJA offshore. “Agar segera diperbaiki dan ditarik kembali ke titik yang memungkinkan untuk KJA offshore,” ujar Dirjen.

Di dunia, Norwegia adalah penghasil teknologi salmon terbanyak. Hingga di Kanada, Thailand dan Vietnam pun banyak yang mengadopsi standar Norwegia. Selama ini, Norwegia tercatat mampu membudidayakan ikan salmon hingga 12.000 ton tiap tahunnya berkat teknologi KJA offshore yang diterapkannya.

Pada setiap keramba terdiri atas delapan lubang penampungan benih ikan dan masing-masing KJA offshore bisa menampung hingga 1,2 ton benih ikan kakap putih.

"Target kita, sebelum pertengahan bulan Juni harus sudah siap, terinstal, tertata dan terpasang dengan baik KJA offshore ini," jelasnya.

Slamet berharap dengan adanya SKPT dan kegiatan yang diadakan KKP bisa memunculkan satu industri perikanan secara keseluruhan. Baik perikanan budidaya dan juga perikanan tangkap.

"Itu yang berbasis kepada masyarakat. Jadi kita tetap melibatkan masyarakat karena tujuan kita adalah menyejahterakan masyarakat," lanjutnya.

Pemerintah kota dan masyarakat Sabang sangat mendukung penuh KJA offshore agar dapat berhasil dan sukses.

"Program KKP ini menurut saya sangat bagus. Kita berharap ada dampak ekonomi bagi rakyat. Artinya bisa menjadi model baru, budidaya baru yang begitu canggih. Nanti dapat diajarkan ke nelayan-nelayan kita agar para nelayan lebih profesional menangkap ikan," kata Nazaruddin, Walikota Sabang kepada KBA.ONE di Kantor Walikota Sabang, Selasa, 22 Mei 2018. 

Komentar

Loading...