Kolam Hias SPBU Beureunuen & Cara Pengusaha Menjaga Pelanggan

Kolam Hias SPBU Beureunuen & Cara Pengusaha Menjaga Pelanggan
Kolam berisi ikan-ikan hias di SPBU Beureunuen | Ahmad Arif

BARU-baru ini, penulis dan keluarga menghadiri walimatul ‘ursy (pesta pernikahan) teman di Gampong Lameu, Kecamatan Kota Bhakti, Kabupaten Pidie. Rombongan kami terdiri dari dua mobil.

Laju kendaraan tidak terlalu cepat juga tidak lamban. Sang driver membawa mobil rental dengan santai dan diselingi canda tawa nan riang. Sebab, ada bumil alias ibu hamil dan anak balita atau bawah lima tahun.

Bahkan, rombongan sempat rehat sejenak sembari menyeruput secangkir kopi panas ditemani beberapa panganan khas Horas Kopi Gayo di Saree, perbatasan antara Aceh Besar dan Pidie.

Saat tiba di lokasi acara, rombongan langsung menikmati berbagai menu utama yang telah tersaji di atas meja. Tak lupa menu penutup juga disantap. Lalu, foto bersama pengantin yang berdiri mesra umpama raja dan permaisuri.

Setelah berpamitan, rombongan bergerak kembali ke Banda Aceh. Namun, belum lagi jauh berjalan, anak-anak minta ke kamar mandi. Terpaksa mampir ke SPBU terdekat di seputaran Beureunuen.

Awalnya memang ada kesan terpaksa. Tapi, kesan itu seketika sirna ketika anak-anak tampak sangat riang dan antusias melihat kolam hias yang terletak di bagian depan barisan toilet.

Penulis yang semula agak malas-malasan turun pun “terjangkiti” keriangan dan antusiasme anak-anak tersebut. Bahkan, penulis akhirnya mendokumentasikan kolam hias beserta isinya yang luar biasa itu.

Mengapa luar biasa? Sebab ikan-ikan dalam kolam itu bukan ikan biasa. Melainkan, ikan-ikan besar yang selama ini hanya dilihat pada layar kaca televisi melalui program Nat Geo Wild (di kanal National Geographic-red) yang terkenal dengan kualitas pengambilan foto dan videonya.

Tidak hanya rombongan kami yang terpesona dengan kolam ikan hias SPBU Beureunuen tersebut. Semua kendaraan yang mampir pun memberikan kesan positif yang sama. Baik yang mampir untuk mengisi ulang bahan bakar mau pun yang ingin “ke belakang” atau hanya sekedar untuk memulihkan stamina setelah lama berkendaraan.

Kolam hias itu ternyata berhasil menjadi magnet buat para pelintas jalan di depan SBPU tersebut. Ditambah lagi toiletnya terjaga bersih. Sehingga konsumen merasa riang dan puas.

Kesan positif yang penulis nukilkan pada fragmen pertama di atas bisa disebut sebagai bagian dari pelayanan prima yang berhasil diwujudkan oleh owner (pemilik) SPBU. Pelayanan prima (service excellent) menjadi keharusan bagi siapa saja yang bergerak dalam bidang usaha. Apa pun jenis usaha yang akan dan atau sedang digerakkan. Terlebih lagi jika usaha itu di bidang jasa yang menyangkut khalayak ramai.

Secara sederhana, pelayanan prima itu adalah semua karakter positif yang ditampilkan saat memberikan pelayanan jasa kepada publik. Sebut saja misalnya 5S versi Aa Gym. Yaitu, senyum, salam, sapa, sopan dan santun.

Indikator lainnya yang sering disampaikan para pelaku usaha jasa adalah pelayanan yang ramah, yakin, ceria, rapi, mudah memaafkan dan pandai menyenangkan orang. Dengan kata lain, kepuasan pelanggan (publik) menjadi kata kunci.

Tukang pangkas langganan penulis bisa menjadi contoh paling dekat lagi sederhana. Awalnya ia kerja pada orang lain di salah satu ruko di pinggir jalan utama menuju pelabuhan Ulhee Leu, Banda Aceh. Ramai pelanggannya. Bahkan, tak jarang orang rela antri lebih dari sejam hanya untuk bisa dipangkas olehnya.

Suatu ketika, saya tak mendapatinya lagi di ruko biasanya ia bekerja. Ternyata, ia telah pindah ke dekat kampus Universitas Iskandar Muda (UNIDA) di perbatasan gampong Punge Blang Cut dan Surin.

Tempat barunya itu sangat sederhana. Hanya berdindingkan papan dan beratapkan seng yang tidak terlalu tinggi sehingga panas lebih terasa menyengat badan. Syukurlah ia menyediakan dua kipas angin.

Sepikah kedai pangkas barunya itu? Ternyata tidak. Bahkan lebih ramai dari sebelumnya. Sebab pelanggannya bertambah dari beberapa gampong di sekitaran keude barunya. Dan, seperti sebelumnya, orang rela menunggu antrian.

Ahmad Arif | Pendiri RUMAN (Rumah Baca Aneuk Naggroe)

=========================================================================================
Pembaca KBA.ONE, jika ingin berbagi cerita-cerita ringan yang bernuansa positif di sekitar Anda, kirimkan ke redaksi.kba@gmail.com untuk dimuat di rubrik Jurnalisme Warga. Tema tulisan bebas selama tidak mengandung SARA dan ujaran kebencian. Lebih menarik, jika disertakan foto pendukung untuk tulisan.

Komentar

Loading...