Komplotan Jaringan Narkoba Internasional Ditangkap di Aceh Beserta 353 Kg Sabu-Sabu

Komplotan Jaringan Narkoba Internasional Ditangkap di Aceh Beserta 353 Kg Sabu-Sabu
Tersangka dan barang bukti dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Aceh. | Foto: KBA.ONE, Mhd Saifullah

KBA.ONE, Banda Aceh - Sebanyak 11 orang komplotan jaringan peredaran narkoba internasional di tangkap Polisi Daerah Aceh, beserta barang bukti 353 kilogram sabu-sabu. Komplotan yang bermain antar lintas negara ini, ternyata dikendalikan oleh salah seorang pelaku yang sedang mendekam di balik jeruji besi atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lhokseumawe, di Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

"Tersangka MA, 36 tahun, seorang narapidana (napi) Lapas Kelas II A Lhokseumawe yang berperan sebagai pengendali,” kata Kapolda Aceh Irjen Pol, Wahyu Widada, dalam konferensi pers, Kamis 11 Februari 2021.

Sebelum kasus ini terungkap, polisi sebelumnya telah mendapatkan laporan pada Desember 2020, bahwa akan ada aktivitas penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia ke Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Indonesia, sabu tersebut berasal dari kawasan Timur Tengah.

Kemudian, tim gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Dit Resnarkoba Polda Aceh serta Polres Bireuen kemudian dibentuk untuk menyelidiki laporan tersebut.

Satu bulan lebih melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dicurigai, pada 27 Januari 2021, tim melihat satu unit kapal motor mencurigakan masuk ke kawasan Pandrah, Kecamatan Jeunib, Kabupaten Bireuen. Dugaan saat itu, kapal motor tersebutlah yang dicurigai membawa ratusan kilogram sabu-sabu seperti informasi sebelumnya.

"Saat kapal akan memasuki kuala, pelaku merasa ada yang memantau sehingga mereka kabur melarikan diri dengan cara berenang meninggalkan kapal,” ujar Widada.

Kapal yang dicurigai dan telah mendarat di wilayah Matang Bangka, Kecamatan Jeunib, dan diperiksa oleh petugas. Di dalam kapal, polisi menemukan ratusan wadah plastik yang setelah diperiksa lebih lanjut ternyata berisi sabu-sabu dengan total berat 343.380 gram atau 343,38 kilogram.

Sabu kemudian dibawa ke Polres Bireuen untuk dijadikan barang bukti, sementara tim kembali melakukan pengejaran terhadap awak kapal motor.

Beberapa hari dari penangkapan kapal atau tepatnya pada Rabu 2 Februari 2021, sekira pukul 03.30 WIB, tim menangkap empat tersangka, yakni berinsial KM, 37 tahun, warga Kabupaten Aceh Utara yang berperan sebagai tekong, MU, 23 tahun, warga Aceh Utara berperan sebagai kapten kapal, ED, 35 tahun, warga Lhokseumawe pengatur penyelundupan, dan MA, 36 tahun seorang napi Lapas Kelas II A Lhokseumawe berperan sebagai pengendali.

Di hari yang sama, sekira pukul 14.30 WIB, seorang tersangka berinsial SI, 50 tahun, ditangkap di Gampong Blang Mee, Kecamatan Jeunib, bersama 120,96 gram sabu-sabu dan timbangan digital. Ia berperan sebagai penerima barang.

Empat tersangka lainnya ditangkap di kawasan Gampong Meunasah Tambo, Kecamatan Jeunib, pada pukul 19.00 WIB. Keempatnya yang berperan sebagai penyimpan barang, masing-masing berinsial SU, 53 tahun, KR, 23 tahun, IZ, 40 tahun, SY, 63 tahun, MR, 25 tahu, dan SB, 41 tahun. “Barang bukti yang disita bersama mereka, 9 kilogram sabu-sabu dan becak bermotor,” kata Widada.

Ke 11 tersangka tersebut rencananya akan dibawa ke Mabes Polri di Jakarta, guna dilakukan pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut.** | MHD SAIFULLAH, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...