Kondominium Runtuh, 159 Orang Masuk Daftar Hilang

Kondominium Runtuh, 159 Orang Masuk Daftar Hilang
Foto udara lokasi robohnya apartemen Champlain Towers South di Surfside, Florida, Amerika Serikat, 24 Juni 2021. REUTERS/Marco Bello

KBA.ONE, Jakarta - Sampai Jumat, 25 Juni 2021, sekitar 159 orang masih dinyatakan hilang dalam musibah runtuhnya sebuah gedung kondominium Champlain Towers South di Surfside, dekat Kota Miami, Florida, Amerika Serikat. Sanak-saudara korban hilang harap-harap cemas menunggu kabar dari tim pencari dan penyelamat.

Tim penyelamat mencari tanda-tanda kehidupan diantara tumpukan puing-puing. Angka kematian akibat musibah ini sampai Kamis, 24 Juni 2021 sebanyak empat orang, namun dipastikan akan bertambah karena upaya pencarian masih dilakukan.   

Langkah penyelamat masih dilakukan kendati kondisi tempat kejadian sudah tampak menyeramkan, yang seperti pancakes. Tim penyelamat melanjutkan pencarian di tengah gunungan puing dengan harapan kantong-kantong penyelamat yang telah mereka bentuk bisa memberikan ruang bagi mereka yang terjebak untuk menghirup udara.     

“Kami punya harapan karena itu yang disampaikan tim pencari dan penyelamat kepada kami bahwa mereka punya harapan,” kata Wali Kota Miami di Florida, Daniella Levine Cava.  

Jumlah orang hilang dalam musibah runtuhnya gedung apartemen ini masih belum mengalami perubahan. Itu artinya, tim penyelamat belum menemukan jenazah atau orang yang bisa diselamatkan.

Upaya penyelamatan dibantu dengan anjing pelacak dan sonar. Tim yang bertugas bertukar shift dengan jumlah tim penyelamat yang dibatasi agar mencegah terjadinya keruntuhan lebih lanjut. Tim penyelamat dari Meksiko dan Israel tiba untuk membantu meringankan tugas tim yang bekerja.

Peristiwa gedung runtuh ini terjadi pada Kamis pagi, 24 Juni 2021, pukul sekitar pukul 1.30 dini hari saat masih banyak orang tidur. Gedung kondominium yang sudah berusia 40 tahun itu mendadak runtuh ke tanah.

Rekaman video CCTV memperlihatkan keseluruhan gedung naas itu tiba-tiba terlipat menjadi dua sehingga saling bertumpuk. Runtuhnya gedung itu diikuti dengan kepulan debu ke angkasa. Penyebab gedung runtuh masih dalam investigasi.

Dilansir dari laman Tempo.co

Komentar

Loading...