Konflik Gajah dan Manusia Kian Meruncing, Dua Petani Jadi Korban

Oleh ,
Konflik Gajah dan Manusia Kian Meruncing, Dua Petani Jadi Korban
Ilustrasi gajah liar. | Foto: Okezone.com

KBA.ONE, Pidie - Konflik gajah dan manusia di Tangse, Kabupaten Pidie, semakin meruncing, setelah dua petani diinjak hewan berbelalai itu, pada Selasa 5 Oktober 2021.

Kedua petani Tangse itu, awalnya bersama beberapa petani lainnya sedang penggiring kawanan gajah liar yang berada dekat dengan areanpertanian di kawasan perbukitan Pucok Krueng Igeuh. 

Usai melakukan penggiringan, tiba-tiba sekawanan gajah liar muncul dari semak-semak. Lalu berpapasan dengan beberapa petani yang sudang kembali dari penggiringan.

"Karena kepergok kawanan gajah, meraka para petani berlarian menyelamatkan diri. Namun nahas, dua petani sempat diinjak gajah di bagian kaki, kini menderita patah tulang," sebut Jafaruddin, Kepala Dusun Cot Weng, Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie kepada wartawan, Rabu 6 Oktober 2021.

Katanya, dua petani yang jadi korban adalah Muhammad Ibrahim, 50 tahun, penduduk Dusun Cot Weng, Gampong Lhok Keutapang dan Fauzi, 25 tahun, warga Gampong Alue Calong. Keduanya kini sedang mendapat perawatan.

Lanjutnya, akhir-akhir ini gangguan gajah liar kerap terjadi di Tangse dan sering merusak tanaman petani. Bahkan sudah dilakukan upaya penggiringan namun belum membuahkan hasil.

"Upaya penggiringan telah sering dilakukan, tetapi masih saja kawanan gajah liar berkeliaran di kawasan area perkebunan, berpeluang terjadinya kontak langsung dengan hewan berbelalai itu dan pada ujungnya konflik satwa dan manusia semakin meruncing," ungkapnya.

Anara

Komentar

Loading...