Kosong Sepanjang Awal Tahun 2020, Jambo Budaya Gelar Malam Puisi Din Saja

Kosong Sepanjang Awal Tahun 2020, Jambo Budaya Gelar Malam Puisi Din Saja
Malam Puisi Din Saja. | Foto: ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Bermaksud mengisi kekosongan event seni yang nyaris tidak dilaksanakan sepanjang awal tahun 2020 di Aceh. Jambo Budaya gelar agenda bertajuk Malam Puisi Din Saja, Minggu, 1 Maret 2020 di Kedai Kopi Cut Ayah, Pango, Banda Aceh.

Agenda even akhir pekan mengangkat isu strategi kebudayaan "No Meulakee No Meugadee".

Jambo Budaya tersebut merupakan sebuah langkah kecil yang diinisiasi oleh kalangan seniman Aceh yang berupaya mempersembahkan sebuah dedikasi untuk menjaga bidang budaya, dengan harapan menjadi lompatan besar di kemudian hari sebagai benteng penjaga budaya di Aceh.

Ketua Panitia, Sarjev Hirzi kepada wartawan, Jumat, 28 Februari 2020, mengatakan bahwa ruang apresiasi perlu terus digalakkan, seniman Aceh telah berada pada etape abad baru dalam berkesenian.

Menurutnya, kebudayaan berhak mencatat para pelaku seni dengan segala pencapaian mereka sebagai kiprah.

Filosofi dari tema, lanjutnya, ingin menyampaikan bahwa sudah saatnya seniman memiliki harga diri, jangan menunggu pemerintah atau funding swasta bantu seniman baru mau berbuat karya pertunjukkan.

“Biasa event seni budaya di Aceh selalu kosong di awal tahun anggaran, lalu menumpuk di akhir tahun di musim hujan, itulah sebabnya saya katakan dalam keadaan yang telah mentradisi buruk demikian, kita para seniman harus mengubah kebiasaan, jangan menunggu musim hujan baru menggelar pertunjukan seni budaya," tegas Sarjev.

Sementara itu, Inisiator Acara, Muhammad Nazar Ibrahim Nain alias Cut Ayah mengatakan pentingnya kebersamaan dalam membangun kesenian dan kebudayaan di Aceh.

"Acara ini merupakan perwujudan dari gagasan awal antara seniman, melalui duduk ngopi bersama mereka, muncul berbagai narasi, adukan kopi itu bermakna narasi, ada banyak cerita di sana, ada banyak solusi juga di sana," ujar Cut Ayah

Ia juga mengungkapkan kegembiraannya menyambut gagasan penyelenggaran even Malam Puisi Din Saja tersebut dan sangat mengapresiasi setiap ide yang mempersatukan para seniman.

"Saya mempersembahkan Kedai Kopi sebagai tempat bagi para seniman berkarya, berdiskusi serta saling silaturrahmi," kata Cut Ayah.

Pada acara Malam Puisi Din Saja menghadirkan pertunjukan diantaranya, baca puisi, essai seni, hikayat, balada, biola Aceh, musik etnik, krak coustic, blues.

Selanjutnya, para seniman dan pengunjung di lokasi akan melihat performansi tiga tokoh seniman Aceh yaitu Din Saja (Penyair), Sarjev (Musik), Fuadi S Keulayu (Penghikayat). Karya tiga serangkai tersebut turut dipaparkan dalam bentuk essai seni oleh Muhammad pengamat seni budaya. | Komar, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...