KPI Ingatkan RCTI, Tayangan Pernikahan Atta dan Aurel Harus Bernilai Edukasi

KPI Ingatkan RCTI, Tayangan Pernikahan Atta dan Aurel Harus Bernilai Edukasi
Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi P | dok. pribadi.

KBA.ONE, Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah memanggil dan memberi peringatan keras kepada pihak RCTI ketika menyiarkan acara tunangan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. Kini, RCTI kembali menyiarkan secara langsung acara pernikahan Atta dan Aurel. Bagaimana sikap KPI? 

"Sebetulnya KPI bukan memberikan izin, tetap saja keputusan KPI itu memberikan peringatan keras. Peringatan keras bukan sanksi administratif, artinya RCTI itu harus melakukan perbaikan kalau mau menayangkan lanjutan prosesi Atta dan Aurel, beberapa yang harus diperbaiki jangan sampai ini hanya seperti tayangan yang memasang kamera dan kemudian gambar itulah yang kemudian bicara, nggak," ujar Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo saat dihubungi detikcom, Sabtu 3 April 2021.

KPI mengingatkan agar tayangan prosesi pernikahan Atta dan Aurel memberikan nilai edukasi kepada masyarakat. Misal, segala proses yang bersifat pengetahuan budaya bisa dijelaskan dalam tayangan itu.

"Jadi segala sesuatunya harus diberi nilai edukasi. Nilai edukasi bisa disampaikan, misalkan anak muda, bahkan orang tua, banyak yang nggak tahu kemarin di proses siraman sudah dijelaskan tahapan apa, makna di balik itu, ada tahapan-tahapan publik bisa tahu, dan artinya apa itu juga kemudian bisa dipahami, dan itu adalah nilai edukasi yang bisa diberikan. Sebab kalau TV hanya menayangkan, misal, program tata cara pernikahan ala Jawa atau Minang, tetapi sifatnya dokumenter, ini kan milenial ke milenial, anak muda bisa jadi akan nonton karena sosoknya, dan itulah program bisa berikan edukasi kebudayaan dalam proses pernikahan, itu yang kemarin menjadi catatan sebisa mungkin yang harus bisa dilakukan oleh pihak RCTI," jelasnya. 

Halaman12

Komentar

Loading...