Pengamat Kebijakan Publik Aceh

KPK Harus Tetapkan Presdir PT AP II sebagai Tersangka

KPK Harus Tetapkan Presdir PT AP II sebagai Tersangka
Ilustrasi | ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Andra Y Agussalam sebagai tersangka kasus suap terkait pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS) PT Angkasa Pura Propertindo pada 2019.

Kini, kasus senilai SGD 96.700 itu tengah bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat.

Mengomentari itu, Pengamat kebijakan publik Aceh, Nasrul Zaman, mendesak agar lembaga antirasuah mengusut tuntas kasus tersebut sampai ke akar-akarnya dan mendalami keterlibatan pihak lain seperti Presiden Direktur (Presdir) PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

Dia menduga tindakan bekas Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (AP II), Andra Y Agussalam tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan direktur utama. Oleh karena itu, katanya, KPK harus mengembangkan kasus itu.

"Hal ini penting dilakukan untuk mengungkap siapapun yang ikut terlibat dalam kasus ini. Jangan hanya membatasi kasus ini sampai  Andra Y Agussalam saja," katanya kepada KBA.ONE dan AJNN, Kamis, 2 Januari 2020.

Tepat 26 Nov 2019 lalu, katanya, Muhammad Awaluddin sempat diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) Darman Mappanggara. Dia dicecar soal pengadaan pekerjaan baggage handling system (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo.

Menurut Nasrul, KPK harus meningkatkan status Muhammad Awaluddin sebagai tersangka dalam kasus tersebut, dimana sebagai Presiden Direktur, Awaluddin, diduga  memilik peran atas hal ini.

"Sebagai presiden direktur, kami meyakini jika Awaluddin punya peranan atas kasus ini, dan punya kuasa dalam memutuskan segala kebijakan, apa lagi sudah pernah diperiksa sebagai saksi, dan itu membuktikan dia punya peran," katanya.

Sebelumnya, Pimpinan KPK menyatakan akan mengembangkan kasus suap antar-BUMN ini dan membidik aktor lain. KPK menyebut kemungkinan masih ada aktor lain di balik kedua tersangka.

"Apakah keputusan itu bisa diambil seorang diri, sudah pasti tidak, jadi kemungkinan akan dikembangkan. Karena operasinya adalah tangkap tangan itu tidak bisa dalam satu hari ini kita harus menyimpulkan siapa pelaku-pelaku yang memenuhi unsur jadi tersangka," kata pimpinan KPK saat itu, Kamis (1/8/2019). ***

Komentar

Loading...