KSP Dukung Perlindungan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Aceh

KSP Dukung Perlindungan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Aceh
Ilustrasi. | Foto: Liputan6.com

KBA.ONE, Banda Aceh - Vonis bebas pelaku pemerkosaan anak di Aceh Besar oleh Mahkamah Syariah (MS) Aceh menjadi sorotan aktivis perempuan, Suraiya Kamaruzzaman, yang disampaikan pada acara Kantor Staf Presiden (KSP) Mendengar, di Hotel Hermes Place, Banda Aceh, Minggu 24 Oktober 2021.

Salah seorang Presidium Balai Syura Ureng Inong Aceh, jaringan organisasi pemerhati anak dan perempuan yang memiliki 15 cabang di Aceh, mengatakan setiap hari satu atau dua anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan. "Tahun ini ada tiga kasus pemerkosaan terhadap anak,” kata Suraiya.

Suraiya menyayangkan selama ini pelayanan pemda terhadap korban sangat rendah, bahkan dinilai buruk karena tidak ada pelayanan. Menurutnya, pelayanan yang baik hanya ada di pemerintah provinsi dan Kota Banda Aceh. 

"Regulasi yang dibuat pemerintah kabupaten dan pemerintah kota mayoritas diskriminatif terhadap perempuan," ungkapnya.

Menurut Suraiya, meski dirinya menyambut baik pemberlakuan syariat Islam di Aceh, namun persoalan dualisme hukum antara qanun jinayat dan hukum positif Indonesia menjadi masalah tersendiri. Suraiya menilai, dalam kasus putusan pemerkosaan anak selama ini terjadi diskriminasi terhadap korban.

“Harapan terhadap KSP untuk memastikan semua kebijakan diskriminatif di Aceh dihapus. Harus ada sinkronisasi regulasi dan kebijakan pusat dan daerah,” tegas Suraiya.

Secara terpisah, Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar, menyatakan pihaknya akan menindak tegas setiap pelaku kekerasan terhadap anak. “Pokoknya apabila bukti cukup, kita tindak tegas” ujar Ahmad Haydar saat menerima silaturahim tim KSP di rumah dinasnya, Minggu 24 Oktober 2021.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP)  Brian Sriprahastuti, menyatakan dukungannya terhadap perlindungan anak dan perempuan dari tidak kekerasan. 

“Saat ini pemerintah sedang mendukung DPR agar segera mengesahkan RUU PKS. Kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk menindak lanjuti," tegas Brian dalam acara KSP Mendengar di Hotel Hermes Place Banda Aceh.

Diketahui, program KSP mendengar ini digelar bertujuan untuk menyerap aspirasi dan keluhan dari masyarakat terkait berbagai hal.

Selain itu, acara tersebut dihadiri sekitar 50 peserta terdiri dari pimpinan Organisasi kemasyarakatan (ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), dan unsur lembaga sipil lainnya yang ada di Provinsi Aceh.*** | AYU, Kontributor Banda Aeh

Anara

Komentar

Loading...