Kyriad Muraya, Hotel Role Model Penerapan Protokol Kesehatan di Banda Aceh

Kyriad Muraya, Hotel Role Model Penerapan Protokol Kesehatan di Banda Aceh
Hotel Kyriad Muraya Aceh, Banda Aceh. | Foto: KBA.ONE, Komar

KBA.ONE, Banda Aceh - Hotel Kyriad Muraya Aceh saat ini menjadi hotel role model dalam hal penerapan protokol kesehatan 4 M, yaitu, menggunakan masker, mencuci tangan, mencegah kerumunan, dan menjaga jarak.

General Manager Kyriad Muraya Hotel Aceh, Bambang Pramusinto, mengatakan sangat mendukung penuh apapun upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam penuntasan angka positif Covid-19 di Aceh, hingga Aceh benar-benar bebas dari Covid-19 ini.

"Saat ini hotel kita menjadi role model dalam pelaksanaan penerapan protokol kesehatan di Banda Aceh, itu dikarenakan hotel kita yang sangat peduli terhadap upaya pencegahan Covid-19," kata Bambang kepada KBA.ONE, Minggu 20 September 2020.

Bambang menyampaikan, sangat tegas terhadap karyawan di Hotel Kyriad Muraya, untuk selalu disiplin mematuhi protokol dengan memakai face Sshield, Mmasker, dan hand glove, terutama untuk karyawan yang kontak langsung dengan tamu, serta tamu juga diwajibkan menggunakan masker.

"Sehingga ada rasa nyaman, aman untuk semua tamu dan karyawan yang ada dilingkungan hotel," tutur Bambang.

Tidak hanya itu, sebelumnya, kata Bambang, pada, Selasa 21 Juli 2020, Hotel Kyriad Muraya Aceh dan Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai hotel tangguh peduli Covid-19.

Sementara itu, Bambang juga menyampaikan terkait efek yang dialami Hotel Kyriad dalam beberapa bulan akibat pandemi Covid-19. Kata dia, Hotel Kyriad mengalami kemunduran di bulan-bulan awal.

"Namun, September ini sudah mulai membaik, kita sudah mampu mencapai pada presentase kurang lebih 60 persenan sejak awal September, hingga minggu kedua," ujar Bambang.

Menurutnya, pandemi Covid-19  membuat bisnis perhotelan dan pariwisata di Kota Banda Aceh menjadi lesu. Keadaan lesu yang dialami terutama mulai Maret 2020 hingga pertengahan April, saat itu benar-benar total tidak ada pengunjung.

"Namun seiring berjalan waktu bulan demi bulan, persentase mengalami kenaikan pelan-plan secara bertahap," imbuhnya.

Bambang berharap dalam waktu dekat tidak ada lagi peningkatan Covid-19, sehingga minat wisatawan dari luar Aceh untuk mengadakan acara di Banda Aceh atau menginap di Banda Aceh meningkat.

Selain itu, ia juga sangat mengapresiasi pemerintah yang memiliki peran dalam membantu bisnis pariwista, memiliki srategi, dengan kebijakan-kebijakan yang diedarkan.

Selain itu, Bambang juga berharap pandemi Covid-19 ini segera berlalu, supaya masyarakat dapat beraktivitas dengan semestinya dan Aceh khususnya terbebas dari virus yang telah menyebar di seluruh dunia itu.***

Komentar

Loading...