Larangan Mudik, Gubernur Edy Pastikan Petugas Posko di Sumut Bekerja 24 Jam

Larangan Mudik, Gubernur Edy Pastikan Petugas Posko di Sumut Bekerja 24 Jam
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi

KBA.ONE, Medan - Penyusunan skema larangan mudik Lebaran 2021 disusun dalam rapat yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Pemerintah Kabuapten/Kota dan Forum komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Rapat diselenggarakan pada Jumat, 30 April 2021, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas gubernur, Jalan Sudirman, Kota Medan. Pada rapat itu, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, memastikan petugas akan bekerja 24 jam.

Untuk penyekatan terkait larangan mudik, ada 73 posko yang didirikan. Rinciannya, 10 posko untuk perbatasan antarprovinsi dan 63 posko untuk perbatasan antarkabupaten/kota. Posko-posko tersebut diisi oleh Polisi, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan.

Petugas di posko-posko tersebut akan melakukan pengecekan pada Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan atau diperintahkan memutar balik.

Perbatasan Sumut dengan Aceh ada 6 pos yang dibentuk, 4 di Langkat (Desa Halaban, Desa Air Hitam dan Kelurahan Sei Dendang), 1 di Pakpak Bharat (Pakpak Bharat-Subussalam), 1 di Karo (Desa Lau Baleng) dan 1 di Tapteng (Jalan Madumas-Singkil).

Untuk perbatasan dengan Sumatera Barat (Sumbar) ada 2 pos, yaitu di Muara Sipongi dan Penyabungan, dan 2 pos untuk perbatasan dengan Riau (Palas-Rokan Hulu) dan Torgamba di Labuhanbatu.

"Petugas akan bekerja 24 jam di setiap posko. Ada pengecualian yang diberikan seperti bekerja atau dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka, ibu hamil atau kepentingan persalinan. Ini harus dibuktikan secara otentik untuk bisa melanjutkan perjalanan," kata Edy.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Halaman12

Komentar

Loading...