Larangan Valentine's Day dan Sejarah Kelam Gereja Katolik

Larangan Valentine's Day dan Sejarah Kelam Gereja Katolik
Ilustrasi | Ist

Dari asal usul namanya, Gereja Katolik mengakui ada 3 santo atau orang suci bernama Valentine atau Valentinus. "Dan ketiganya adalah martir," demikian situs The Guardian.

KBA.ONE, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, meminta masyarakat Kota Banda Aceh tidak ikut merayakan Valentine's Day pada 14 Februari mendatang.

Permintaan Wali Kota Aminullah ini tertuang dalam seruan yang dikeluarkan dan ditandatangani 21 Januari 2019.

Kata Aminullah, seruan ini dikeluarkan dalam rangka menjaga kesucian aqidah dan penguatan pengamalan syariat Islam di Banda Aceh.

Ada dua poin yang diserukan oleh Wali Kota dalam seruan tersebut. Poin pertama, kepada kalangan generasi muda, mahasiswa, siswa siswi, dan seluruh masyarakat muslim di Banda Aceh diimbau agar tidak merayakan Valentine Day dalam bentuk apapun karena Valentine Day bertentangan dengan syariat Islam dan budaya Aceh.

Seruan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman. | Foto: Ist

Pada poin kedua, diminta kepada pihak perhotelan/penginapan, kafe, tempat tempat hiburan dan tempat-tempat lainnya dalam wilayah Kota Banda Aceh untuk tidak memfasilitasi kegiatan Valentine Day tersebut.

Seruan ini dikeluarkan sebagai wujud kepedulian dan komitmen dalam pelaksanaan dan penegakan syariat Islam secara kaffah di Banda Aceh sebagai kota gemilang dalam bingkai syariah.

Sejarah Kelam Valentine's Day

Hari Valentine atau Valentine’s Day dirayakan setiap 14 Februari. Sejumlah orang memaknainya sebagai perayaan kasih sayang, lainnya menuding sebagai 'peringatan yang sengaja diadakan' untuk mendongkrak penjualan kartu, cokelat, bunga, dan barang-barang lain yang dianggap mewakili ungkapan cinta.

Apapun pendapat seseorang tentang Valentine, ada sejarah kelam yang melatarbelakalangi hari itu.

Dari asal usul namanya, Gereja Katolik mengakui ada 3 santo atau orang suci bernama Valentine atau Valentinus. "Dan ketiganya adalah martir," demikian situs The Guardian, seperti dikutip Liputan6.com. Ketiga pria dari masa 200-an Masehi tersebut tewas secara mengenaskan.

Salah satu kisah menyebut, alkisah Kaisar Romawi Claudius II melarang para tentara muda menikah agar mereka tak 'melempem' di medan tempur.

Namun, "Uskup Valentine melanggar perintah itu dan menikahkan salah satu pasangan secara diam-diam. Ia kemudian dieksekusi mati saat sang penguasa mengetahui pernikahan rahasia itu." 

ilustrasi

Saat ia dipenjara, legenda menyebut bahwa pria asal Genoa itu lantas jatuh cinta dengan putri orang yang memenjarakannya. Sebelum dieksekusi secara sadis, ia membuat surat cinta pada sang kekasih. Yang ditutup dengan kata, 'Dari Valentine-mu'.

Valentine yang lain adalah cerita seorang pemuka agama di Kekaisaran Romawi yang membantu orang-orang Kristen dianiaya pada masa pemerintahan Claudius II. Saat dipenjara, ia mengembalikan penglihatan seorang gadis buta yang kemudian jatuh cinta padanya. Valentine yang itu dieksekusi penggal pada 14 Februari.

Valentine ketiga adalah cerita uskup saleh dari Terni, yang juga disiksa dan dieksekusi selama pemerintahan Claudius II, juga tanggal 14 Februari, di tahun yang berbeda. Apakah Anda masih juga ingin merayakan Valentine’s Day yang berlatar sejarah kelam Gereja Katolik?***

Komentar

Loading...