Lawe Alas Meluap, Tiga Kecamatan Terendam di Agara

Lawe Alas Meluap, Tiga Kecamatan Terendam di Agara
Kondisi permukiman warga tergedang luaran air sungai Alas, Aceh Tenggara. | Foto: Ist

KBA.ONE, Aceh Tenggara - Tingginya curah hujan di Aceh Tenggara, menyebabkan debit Sungai Alas (Lawe Alas) naik dan meluap. Akibatnya puluhan rumah terendam disertai lumpur di tiga kecamatan, Selasa 26 Oktober 2021.

Kepada KBA.ONE, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD )Kabupaten Aceh Tenggara (Agar), Nazmi Desky, membenarkan banjir yang merendam sedikitnya sembilan desa di tiga  kecamatan di Kabupaten Agara pada Selasa 26 Oktober 2021, pukul 03.11 WIB. Akibat tingginya intensitas curah hujan sehingga menyebabkan meluapnya sungai Alas. 

Dikatakan Nazmi, banjir gerusan sungai Alas ini mengakibatkan sebanyak sembilan desa terendam dengan ketinggian air diperkirakan rata-rata mencapai satu meter atau setinggi pinggang orang dewasa.

Menurut data sementara BPBD Agara,  tiga kecamatan terndam meliputi  Desa Titi Hakhapen, Titi Mas, Alas Mesikhat, dan Tuhi Jongkat (Kecamatan Babul Rahmah). Kecamatan Tanoh Alas meliputi Desa Salim Pinim dan Jambur Damar. Sementara di Kecamatan Ketambe meliputi Desa Lawe Sunan, Desa Lak- Lak, dan Desa Simpur Jaya. "Tidak ada korban jiwa akibat banjir ini, namun banjir tersebut berdampak meninggalkan sisa-sisa lumpur di rumah warga,” kata Najemi.

Lawe Alas meluap ke permukiman warga hingga setinggi pinggang orang dewasa. | Foto: Ist

Hingga berita ini dirilis, menurut data BPBD sebanyak 766 jiwa dari 207 kepala keluarga dievakuasi dan diungsikan ke rumah sanak saudara atau keluarga terdekat. Sementara untuk jumlah kerusakan dan kerugian akibat banjir ini masih dalam pendataan petugas. Pihak BPBD  telah melakukan kajian cepat dan mengerahkan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk meninjau situasi begitu mendapatkan informasi terjadinya banjir. 

"Untuk saat ini, devil sungai Alas telah mulai surut dan pihaknya sudah melaksanakan kegiatan rutin seperti administrasi dan pelaporan, pengendali dan, pengoperasian petugas piket PUSDALOPS, monitoring oleh petugas BPBD serta melakukan pendataan dan dokumentasi," terang Najmi.

Anara

Komentar

Loading...