Libatkan Masyarakat, HAkA Beri Pemahaman Terkait Amdal

Libatkan Masyarakat, HAkA Beri Pemahaman Terkait Amdal
Kegiatan pelatihan dasar Amdal. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA) bersama Perkumpulan Pembela Lingkungan Hidup (P2LH) melibatkan masyarakat dari 13 kabupaten/kota di kawasan Ekosistem Leuser (KEL), dalam pelatihan dasar Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dimulai sejak 16-18 Agustus 2021.

Kegiatan Pelatihan Dasar Amdal ini berlangsung selama tiga hari ini, dengan narasumber dari ICEL (Indonesian Center for Environmental Law), WALHI Aceh, Komnas HAM Aceh, Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), serta pegiat lingkungan hidup.

Legal Officer Yayasan HAkA, M. Fahmi, mengatakan pelatihan ini memberikan pemahaman tentang amdal serta terkait fungsi, proses terbitnya, dan ruang partisipasi masyarakat yang ada di dalamnya.

"Masyarakat juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktek dan melihat langsung contoh dokumen amdal,” kata Fahmi.

Ia menjelaskan Amdal merupakan instrumen penting dalam suatu pembangunan, kajian terhadap dampak yang akan ditimbulkan oleh pembangunan akan termuat di dalam amdal.

"Masyarakat yang secara umum merupakan penerima dampak, memiliki ruang partisipasi dalam proses Amdal untuk memberikan tanggapan, namun ruang itu sering tidak termanfaatkan secara baik karena keterbatasan pengetahuan,” katanya.

Atas dasar itu, pihaknya berinisiatif melaksanakan pelatihan ini, guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait amdal, sehingga masyarakat dapat memberikan tanggapan dan masukan terhadap suatu pembangunan.

Disisi lain, Sandra Munawar, peserta perwakilan dari Bener Meriah merasa mendapatkan pencerahan terkait amdal dan hal mengenai lingkungan melalui pelatihan tersebut.

“Masyarakat umumnya belum pernah melihat dokumen amdal dan tidak paham mengenai substansi dokumen tersebut, sehingga kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi dalam rencana pembangunan sering tidak dimanfaatkan secara maksima,” katanya.

Menurutnya, pelatihan ini juga membekali pihaknya dengan pengetahuan terkait uji akses informasi yang ternyata sangat mungkin dan mudah dilakukan oleh masyarakat di daerah.

Keterlibatan masyarakat dalam setiap rencana pembangunan menjadi sangat penting, mengingat merekalah yang akan merasakan dampaknya. Masyarakat di daerah punya hak untuk terlibat dan memastikan bahwa setiap pembangunan mengutamakan niai-nilai keberlanjutan.

Selain itu, pihak penyelenggara pelatihan juga berharap pengetahuan ini dapat dibagikan kepada masyarakat di daerahnya masing-masing, sehingga ketika ada suatu rencana pembangunan masyarakat dapat memanfaatkan ruang partisipasi untuk memberikan masukan, tanggapan, dan kritikan terhadap dokumen amdal demi perlindungan lingkungan dan juga pembangunan yang lebih berkelanjutan agar masyarakat lebih sejahtera. | AYU, Kontributor Banda Aceh

Anara

Komentar

Loading...