Lima Kopi Terbaik Indonesia, Aceh Salah Satunya

Lima Kopi Terbaik Indonesia, Aceh Salah Satunya
Ilustrasi kopi| Pixabay

Kopi Gayo meraih penghargaan kopi terbaik saat pameran kopi dunia yang diadakan organisasi Speciality Coffee Association of America di Portland, Oregon Convetion Center, Amerika Serikat.

KBA.ONE - Indonesa memiliki banyak kopi yang sudah diakui kenikmatannya di dunia. Lebih dari 15 daerah di Indonesia merupakan penghasil kopi unggulan.

Pernahkah Anda bingung memilih mana yang harus dicoba dahulu, dari beragam asal kopi terbaik Indonesia? Wajar saja Anda bingung, karena beda daerah penghasilnya, beda pula karakteristiknya. Masing-masing memiliki karakteristik unik seperti rasa yang mirip cokelat, jeruk, atau rempah.

"Memilih kopi itu sesuai selera, hanya yang diperhatikan biasanya body kopi (kekentalan), flavor (rasa), dan keasaman," ungkap Viki Rahardja barista senior Indonesia yang sudah malang melintang mempromosikan kopi Indonesia.

Ia merekomendasikan lima jenis kopi arabika terbaik dari lima daerah di Indonesia yang bisa Anda coba terlebih dahulu. Menurut Viki, kelimanya memiliki kelebihan yang menjadi nilai jual tersendiri, dan tentunya favorit versi dia.

Pertama, kopi Wamena dari Papua. "Kopi (Wamena) ini menurut saya termasuk jenis kopi langka, susah memanennya, harus naik gunung sampai naik helikopter," ujar Viki, Rabu, 16 Agustus 2017.

Kopi Wamena termasuk jenis kopi Arabica yang berasal dari biji kopi dengan penanaman serta pemeliharaannya secara organik. Jenis ini tidak terlalu banyak mengandung ampas. Kadar asamnya yang rendah membuat kopi ini sangat ringan saat dinikmati.

Jika kopi Arabica biasanya ditanam pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, kopi ini ditanam di sekitaran tebing dengan minimum ketinggian 2.000 meter.

Kedua, kopi Toraja. Kopi asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan ini dari segi keasaman dan body menurutnya medium. Cocok bagi semua kalangan yang tidak suka terlalu asam atau terlalu pahit. Rasa identik dari kopi ini ialah kecokelatan, tembakau, atau caramel.

Kopi Toraja juga merupakan kopi multidimensi yang tumbuh di dataran tinggi Tenggara Sulawesi. Teksturnya kental dan terasa lebih nikmat jika meminumnya tanpa tambahan gula.

Ketiga, kopi Malabar dari Jawa Barat. Meskipun kopi Arabica yang satu ini ditanam di dataran yang tidak terlalu tinggi, proses pasca panennya yang rapi dan terstruktur membuat hasilnya menjadi salah satu yang terbaik. "Kalau lihat petani di kebunnya pasca panen, itu sangat rapi terstruktur prosesnya jadi taste-nya lebih bagus dan beragam. Ada natural process, semi wash sampai full wash process," ujar Viki yang pernah beberapa kali menjuarai kompetisi barista nasional dan internasional.

Keempat, kopi Gayo dari Aceh. Sesuai karakter dari kopi Sumatera yang kuat pahitnya, Arabica Gayo ini dilihat dari body-nya kental, atau disebut full body. "Lebih kopi banget rasanya, strong, tapi juga ada asamnya," ujar Viki.

Kopi Gayo meraih penghargaan kopi terbaik saat pameran kopi dunia yang diadakan organisasi Speciality Coffee Association of America di Portland, Oregon Convetion Center, Amerika Serikat.

Kelima, kopi Flores di Nusa Tenggara Timur. Keunikan jenis kopi Flores karena rasa yang bisa dihasilkan sangat beragam mulai cokelat, spicy, tembakau, strong, citrus, bunga, hingga kayu. Dengan tekstur kental, kopi ini cenderung memiliki tingkat keasaman yang tinggi.

Komentar

Loading...