Lima Ribu Siswa Ikut Festival Aman Bencana

Lima Ribu Siswa Ikut Festival Aman Bencana
Konferensi pers di Sekber Wartawan Simpang Lima, Banda Aceh, Kamis, 29 November 2018 | KBA.ONE/Nurnisa

KBA.ONE, Banda Aceh - Sebanyak lima ribu siswa akan mengikuti Sekolah Madrasah Aman Bencana atau SMAB pada 1 Desember 2018. Festival diprakarsai Forum Pengurangan Resiko Bencana Aceh bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh.

Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana Aceh Muhammad Nasir Nurdin mengatakan kegiatan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran bencana dan mengedukasi para peserta didik agar langsung mempraktikkan sikap saat bencana terjadi. "Kegiatan ini juga didukung Dinas Pendidikan Aceh yang memang sudah menjadi program mereka sejak 2013," ujar Nasir saat konferensi pers di Sekber Wartawan Simpang Lima, Banda Aceh, Kamis, 29 November 2018.

Nantinya, festival ini akan memperlombakan evakuasi mandiri saat terjadi gempa berpotensi tsunami. Para juri akan menilai kesiapsiagaan para peserta didik dalam menanggapi bencana dan evakuasi yang dilakukan. "Ini menjadi pembelajaran bagi sekolah-sekolah yang notabene memiliki begitu banyak nyawa yang harus diselamatkan, serta bagaimana mereka bisa menyelamatkan. Ini menjadi bagian dari edukasi dan isu yang diangkat oleh Forum PRB terkait dengan resiko pengurangan bencana," ujar Nasir.

Saat ini Forum PRB bersama BPBA mendorong pemerintah terkait kurikulum kebencanaan. M Nasir Nurdin mengatakan saat ini sudah masuk dalam proses naskah akademik. "Kita jangan hanya sibuk pada masa tanggap darurat namun pada pengurangan resiko bencana kita abaikan. Itu menjadi yang terpenting sekarang dan menjadi tren saat ini, mengurangi resiko harus dari prabencana itu," katanya.

Chaidir selaku Kasubbag Humas Dinas Pendidikan Aceh mengatakan terkait dengan sekolah siaga bencana saat ini sudah mengedukasi semua sekolah untuk siap apabila nantinya terjadi bencana dan akan mengupayakan semaksimal mungkin bahwa nantinya ini akan terlaksana di seluruh sekolah di Aceh. "Langkah antisipasi yang sudah lakukan, simulasi bencana sudah menjadi kegiatan rutin tahunan ekstra kurikuler sekolah dan nantinya akan masuk dalam kurikulum, ini harapan kita."

Komentar

Loading...