Lima Terduga Teroris Terindikasi Terlibat Bom di Polrestabes Medan

Lima Terduga Teroris Terindikasi Terlibat Bom di Polrestabes Medan
Ilustrasi |Foto: tirto.id

Para tersangka berencana melakukan teror di Aceh dan pergi ke Afganistan untuk bergabung dengan ISIS

KBA.ONE, Banda Aceh - Lima orang diduga kelompok teroris yang ditangkap di Aceh Besar dan Kota Langsa oleh Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, diduga juga terlibat dalam salah satu aksi bom yang terjadi di Polrestabes Medan pada 2019.

Masing-masing dari mereka berinisial SA alias S, 30 tahun, RA, 41 tahun, AA alias TA, 35 tahun, SJ alias AF, 40 tahun, dan MY, 46 tahun.

"Terlibat bom Polrestabes Medan dan juga diindikasi sebagai teroris pembuatan bom jaringan Riau," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Sabtu 23 Januari 2021.

Tak hanya diduga terlibat dalam aksi bom, kelimanya juga berencana melakukan aksi teror di wilayah Provinsi Aceh. Hal itu berdasarkan beberapa temuan barang bukti yang didapatkan dari hasil penangkapan seperti sebuah dokumen berisi pesan teror kepada TNI-Polri dan Pemerintah Aceh.

"Para tersangka juga berencana membuat bom untuk melakukan teror di wilayah Aceh, dan berencana untuk berangkat ke Afganistan untuk bergabung dengan ISIS (Islamic State in Iraq and Syria)," ujarnya.

Barang bukti lainnya yang diamankan, sebut Winardy, berupa pupuk KNO3 (Kalium Nitrat) seberat satu kilogram, bubuk arang aktif seberat 250 gram, satu botol peluru gotri (peluru bulat) untuk diisi ke dalam bom rakitan, dan juga potongan pipa besi untuk dijadikan bom pipa.

Selain itu, sejumlah dokumen seperti buku kajian ISIS, lima paspor, cakram perekam dan flashdisk terkait kegiatan-kegiatan teroris, dan enam gawai. Beberapa peralatan untuk melatih kebugaran fisik ikut disita. "Diduga kuat persiapan fisik ini bertujuan untuk ketahanan mereka dalam melakukan teror," ungkap Winardy.** | MHD SAIFULLAH, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...