Limbah Pasien Covid-19 di RSU Cut Meutia Dimusnahkan Secara Khusus

Limbah Pasien Covid-19 di RSU Cut Meutia Dimusnahkan Secara Khusus
Contoh mesin penghancur limbah di rumah sakit | Foto : ist


KBA.ONE, Aceh Utara – Sebanyak lima ton sampah medis, dimusnahkan setiap harinya di RSU Cut Meutia (RSUCM) oleh petugas yang telah dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Limbah tersebut termasuk dari pasien Covid-19, yang ditangani secara terpisah.


Hal tersebut disampaikan oleh Kabag Humas RSUCM Jalaluddin yang menyatakan, sejak Pandemi Covid-19 pihaknya melakukan pemusnahan khusus bagi limbah dari pasien yang terindikasi Covid-19, yang ditangani secara ketat oleh petugas yang telah ditunjuk secara khusus pula.


“Sampah Covid-19 kita masukkan ke dalam plastik kuning, dan dibawa ke tempat pemusnahan yang berada di perkarangan belakang rumah sakit. Kita sebelum Covid-19 juga sudah memiliki incinerator, jadi memang sudah terintegrasi limbah kita,” ucapnya, Jumat 25 Desember 2020.


Dia juga menjelaskan, mulai dari ruang perawatan pihaknya telah memisahkan sampah yang berbahaya maupun tidak. Petugas mengumpulkan sampah pada pagi dan sore hari, setelah dikumpulkan limbah yang berbahaya akan segera dieksekusi dengan waktu yang fleksibel setiap harinya.


“Sampah medis ini memang berbahaya, jadi tidak bisa sembarangan. Apa lagi limbah Covid-19, penanganannya juga khusus seperti proses pemusnahannya harus hati-hati dan petugasnya juga khusus,” tuturnya.


Selain itu, pihak RSUCM memiliki 100 orang cleaning service yang mengurus sampah di seluruh area rumah sakit. Hingga saat ini, pihaknya hanya sanggup mengelola limbah dari rumah sakit itu sendiri, walaupun ada beberapa rumah sakit swasta yang meminta untuk mambantu pemusnahan limbah medisnya namun RSUCM belum menyanggupi.


“Saat ini kita belum sanggup membantu rumah sakit lain, yang saya ketahui di Kota Lhokseumawe baru dua rumah sakit yang memiliki incinerator,” pungkasnya.

Sementara itu, limbah non medis tetap dimasukkan ke dalam Tempat Pembuangan Sementara (TPS) agar diangkut oleh petugas kebersihan pemerintah daerah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sebelum adanya mesin incinerator, RSUCM masih melakukan pengiriman limbah medis ke luar daerah untuk dimusnahkan. Hal tersebut dilakukan, untuk mengantisipasi penyebaran virus yang dapat dilakukan oleh alat-alat medis bekas.


Selain itu, Direktur RS Bunga Melati, dr Yudi Harisanoza kepada KBA.ONE menyatakan, sampah medis di rumah sakit tersebut masih harus dibawa oleh pihak ketiga untuk dimusnahkan ke pulau Jawa setiap sebulan sekali. Setiap harinya, limbah medis dikumpulkan di bagian belakang rumah sakit hingga menunggu mobil penjemputan datang.


“Rumah sakit lain belum sanggup menerima limbah kita, baru beberapa saja yang memiliki incinerator, jadi kita terpaksa masih menjalin kontrak dengan pihak lain untuk pembuangan limbah,” jelasnya. 

Komentar

Loading...