Lobi Nova yang Berbuah Manis

Oleh ,
Lobi Nova yang Berbuah Manis
Nova Iriansyah menyambangi Ignasius Jonan di Kementerian ESDM RI Jakarta Pusat | Humas Pemerintah Aceh

Setelah membatalkan usaha tambang PT EMM, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah melobi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan.

KBA.ONE, Banda Aceh - Ignasius Jonan mungkin menjadi menteri yang terbanyak ditemui oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pada April tahun ini. Pada 9 April, Nova menyambut Jonan di Tanoh Gayo saat Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM tersebut meresmikan proyek kelistrikan berupa gardu induk dan saluran udara tegangan tinggi di Takengon.

"Selamat datang kembali di Tanoh Gayo Pak menteri. Kalau Pak Presiden saya selalu mengatakan welcome home. Karena di Tanoh Gayolah rumah kedua Pak Joko Widodo. Kunjungan Pak Jonan ke Tanoh Gayo selalu membuka dan mendatangkan rezki bagi masyarakat Gayo. Ketika menjadi Menteri Perhubungan beliau membangun Bandara Rembele," ujar Nova saat menyambut Jonan.

Namun, belum genap tiga pekan, Nova kembali bertemu Jonan. Kali ini, giliran Nova menyambangi Jonan di kantornya Kementerian ESDM RI di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Nova mengenakan kemeja putih sedangkan Jonan memakai batik. Mereka berbincang selama 20 menit di ruang kerja Jonan dalam suasana santai tapi serius. Nova tidak sendiri, dia datang didampingi istrinya Dyah Erti Idawati, Asisten II Pemerintah Aceh Taqwallah, dan Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Almuniza Kamal.

Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Rahmad Raden dalam pertemuan tersebut ada beberapa agenda yang dibicarakan. “Yang paling utama dibicarakan tentang perusahaan tambang milik PT EMM,” ujar Rahmad. Pertemuan tersebut membicarakan pembatalan izin pertambangan PT EMM di Nagan Raya dan Aceh Tengah. Pada awal April, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh menggelar unjuk rasa selama tiga hari menuntut Pemerintah Aceh mencabut izin PT EMM. Perusahaan tambang yang bakal beroperasi di Nagan Raya, Aceh ini mendapat izin untuk menguasai 10 ribu hektare lahan.

Pada Senin, 22 April dalam konferensi pers di aula Kantor Bappeda Aceh, Nova Iriansyah menyatakan mencabut rekomendasi Nomor 545/12161 tentang Izin Usaha Pertambangan atau lUP perusahaan tersebut yang dikeluarkan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam pada 8 Juni 2006.

Nova didampingi sejumlah kepala SKPA, jubir Pemerintah Aceh, dan kepala biro humas, juga menerangkan bahwa ia sudah membentuk tim percepatan penyelesaian sengketa PT EMM. Perihal payung hukum timnya, kata Nova, ia telah mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Aceh nomor 180/821/2019. Setelah pencabutan itu, Pemerintah Aceh langsung menyurati Menteri ESDM pada 18 April 2019 untuk memberitahukan hal tersebut.

Adapun tim yang sudah dibentuk, kata Nova, akan bekerja cepat untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat Aceh terkait diterbitkannya Izin Usaha Pertambangan oleh BKPM kepada PT EMM. "Kami sudah surati Kepala BKPM RI untuk meninjau surat keputusan Kepala BKPM RI nomor 66/1/IUP/PMA/2017 perihal pemberian IUP kepada PT EMM. Surat sudah kami kirimkan pada 18 April 2019."

Nova menjelaskan Pemerintah Aceh menyesalkan diterbitkannya IUP ekspoitasi emas di Aceh oleh PT EMM. Sebab, kata dia, hal tersebut tak sesuai dengan kekhususan Aceh sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 156 Undang-undang Pemerintah Aceh atau UUPA.

Berbincang soal PT EMM | Humas Pemerintah Aceh

Sektor pertambangan, kata Nova, belum menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Aceh. Apalagi, pertambangan tidak sesuai dengan Aceh Green. "Terkait eksploitasi pertambangan sumber daya mineral, khususnya pertambangan emas, Pemerintah Aceh memiliki pandangan yang sama dengan seluruh komponen masyarakat Aceh, untuk menyelamatkan dan memelihara lingkungan hidup, sesuai visi misi yang diusung pemerintahan Irwandi-Nova, yaitu Aceh Green," ujarnya.

Aceh Green merupakan satu dari 15 program unggulan Aceh Hebat 2017-2022. Program ini menegaskan kembali pembangunan Aceh yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan serta sensitif terhadap resiko bencana alam. Selain itu mendesain rencana pertumbuhan hijau Aceh sebagai bagian dari implementasi azas berkelanjutan dalam pembangunan Aceh; melakukan langkah-langkah strategis mitigasi dan adaptasi perubahan iklim; menerapkan strategi mitigasi dan manajemen resiko bencana melalui penguatan kapasitas tim tanggap darurat dan penyadartahuan masyarakat; membangun rencana pemulihan spesies kunci yang kritis terancam punah; serta membangun manufaktur bagi penyediaan kayu alternatif dalam rangka mengantisipasi lonjakan kebutuhan kayu dunia untuk pencegahan degradasi hutan.

Kini, kata Nova, Pemerintah Aceh sedang fokus pada sektor industri mikro, kecil, dan menengah, yang memungkinkan berbagai pelaku usaha dapat bangkit secara bersama-sama dengan dukungan Pemerintah Aceh serta Dewan Perwakilan Rakyat Aceh. Terhadap IUP yang sudah diterbitkan di masa lalu, kata Nova, Pemerintah Aceh menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan mendukung langkah-langkah hukum lebih lanjut sesuai dengan peraturan-perundang-undangan yang berlaku.

Pelobian Nova kepada Jonan pada pada 25 April ternyata membuahkan hasil yang baik. Jonan sepakat atas permintaan pembatalan izin PT EMM. "Alhamdulillah Bapak Menteri mendukung upaya pemerintah dan masyarakat Aceh guna pembatalan tersebut," cuit Nova Iriansyah lewat akun Twitter pribadinya, @niriansyah. Tak lupa, dia meminta doa dan dukungan seluruh rakyat Aceh. "Saya mohon doa dan dukungan agar keinginan kita untuk pembatalan izin tambang dapat dikabulkan."[ADV]

Komentar

Loading...