Soal Pemekaran di Aceh

Malik Mahmud: Itu Hal Bodoh, Kurang Membaca Sejarah

Malik Mahmud: Itu Hal Bodoh, Kurang Membaca Sejarah
Ketua Majelis Tuha Peut Partai Aceh, Malik Mahmud Al Haythar. | Foto: Ist

KBA.ONE, Takengon - Jika ada yang menginginkan pemekaran di Aceh, itu adalah sebuah hal bodoh bahkan ia menyebut kurang membaca sejarah.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Majelis Tuha Peut Partai Aceh, Malik Mahmud Al Haythar, saat kegiatan Rapat Kerja dan Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Aceh, di Kabupaten Aceh Tengah, Minggu 27 Maret 2021.

Ia tak setuju jika ada pemekaran di Aceh, hal itu merupakan bagian dari upaya memecah belah yang dilakukan berbagai pihak di Aceh.

Menurutnya, itu adalah hal bodoh, kurang membaca sejarah. Kata dia, sejarah Aceh secara rinci pada abad ke 12 agama Islam masuk ke Indonesia, pertama sekali di Aceh di Samudera Pasai, Peureulak. Wilayah Aceh disatukan oleh satu Sultan Aceh asal Gayo.

"Aceh menjadi salah satu daerah yang kuat, jangan dipecah belah lagi," kata Malik Mahmud.

Diketahui sejumlah kabupaten di Aceh, tengah melakukan lobi untuk pemekaran provinsi di Aceh, salah satunya adalah Aceh Lauser Antara (ALA), namun Malik Mahmud tak merestui pemekaran itu.

"Jika Aceh dipecah-belah, akan menjadi bangsa yang lemah, harta kekayaan, seperti emas akan diambil oleh orang, selanjutnya Aceh menjadi miskin," katanya.

Ia mengungkapkan semuanya harus bersatu pertahankan Aceh, Kalau perlu nyawa dikorbankan untuk mempertahankan.

Malik berpesan,bdalam pertemuan dengan seluruh kader Partai Aceh dan disaksikan langsung oleh Bupati Aceh Tengah, rakyat Aceh diminta mempelajari sekaligus memahami sejarah Aceh, supaya tetap kokoh bersatu tidak ada istilah berpecah.

"Mari pelajari dan pahami sejarah Aceh, supaya kita kompak tidak terpecah belah. Kita adalah bangsa yang kuat, kejayaan panglima perang perempuan Aceh, Malahayati yang punya sumbangsih terhadap kejayaan Aceh," kata Malik Mahmud di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon.*** | KARMIADI, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...