Mantan Ketua MAA Menang Gugatan Melawan Gubernur Aceh

Mantan Ketua MAA Menang Gugatan Melawan Gubernur Aceh
Putusan PT TUN Medan. | repro

KBA.ONE, Banda Aceh - Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan telah mengabulkan permohonan banding mantan ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Badruzzaman Ismail.

Upaya hukum tersebut ditempuh Badruzzaman, setelah gugatan di PTUN Banda Aceh dengan nomor 16/G/2019/PTUN. BNA tanggal 24 Agustus 2019, terkait SK pengangkatan pelaksana tugas ketua MAA oleh Plt Gubernur Aceh.

Dalam putusannya PTTUN Medan yang bernomor 293/B/2019/PT.TUN MDN, tanggal 21 Januari 2020, menguatkan putusan PTUN Banda Aceh salah satunya tergugat yakni gubernur Aceh untuk mencabut surat nomor 180/704 tanggal 16 Januari 2019 perihal penetapan pengukuhan Dewan Pengurus dan Pemangku Adat pada MAA tahun 2019 - 2023.

Selain itu, tergugat juga diminta untuk mencabut keputusan Gubernur Aceh nomor 821.29/298/2019 tanggal 15 Februari 2019, sekaligus membatalkan pengangkatan Plt Ketua MAA.

Kuasa Hukum Badruzzaman, Izwar Idris dan Bahadur Satri menyebutkan saat ini pihaknya telah menerima salinan putusan banding PT TUN Medan. Gugatan Badruzzaman terhadap maladministrasi oleh Plt Gubernur Aceh karena telah mengeleminir hasil Mubes MAA

"Dalam Mubes MAA, Badruzzaman terpilih secara aklamasi sebagai ketua MAA, namun tidak dilantik, justru Gubernur Aceh melantik Saidan Nafi sebagai Plt Ketua MAA," kata Izwar.

Atas putusan banding ini, kata Izwar, pihaknya akan mengajukan permohonan eksekusi ke PTUN Banda Aceh meminta agar Badruzzaman dikembalikan jabatannya sebagai ketua MAA.

"Kita juga meminta kepada Gubernur Aceh agar mengembalikan hak-hak penggugat. Putusan ini inkrah dan mengikat. Berdasarkan UU nomor 14 tahun 1985 tentang Mahkamah Agung pasal 45A ayat 2 huruf c, putusan PTTUN ini tidak bisa diajukan kasasi," katanya.

Sementara Badruzzaman mengharapkan agar Gubernur Aceh dapat melaksanakan putusan PTUN Banda Aceh dan PTTUN Medan.

"Saya berharap gubernur menntaati hasil putusan baik di PTUN Banda Aceh dan PTTUN Medan," harapnya. | KOMAR, Kontributor Banda Aceh.

Komentar

Loading...