Mayat Tanpa Identitas di Sungai Ternyata Santri Dayah Abu Paloh Gadeng

Mayat Tanpa Identitas di Sungai Ternyata Santri Dayah Abu Paloh Gadeng
Ilustrasi |Foto: Ist

KBA.ONE, Aceh Utara - Mayat pria yang ditemukan mengapung di sungai Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, pada 9 Maret 2021, ternyata salah seorang santri dari Dayah Abu Paloh Gadeng, yang sedang mandi di sungai bersama ketiga orang temannya.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto menyampaikan awalnya korban yang diketahui bernama Muhammad Rizki, 13 tahun, warga Desa Baloy, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, itu bersama ketiga temannya kabur dari dayah untuk memancing di sungai, kemudian mereka yang seluruhnya tidak bisa berenang nekat turun ke sungai untuk mandi.

"Ketiga temannya juga tidak bisa berenang, dan hanya bermain di pinggir sungai, sedangkan korban berada di tengah dan tenggelam," jelas Eko, Kamis 11 Maret 2021.

Ketiga temannya, Habib Zain, Raihan Maulana, dan A Razi sempat mencoba menolong Rizki dengan melemparkan pelepah kelapa namun kondisi korban sudah lemas dan tenggelam dibawa arus sungai. Akhirnya ketiganya meninggalkan lokasi, dan menyematkan baju korban di salah satu ranting pohon.

"Karena mereka kabur, akhirnya tidak berani cerita kalau ada temannya tenggelam. Mereka baru cerita pada gurunya pada, Rabu 10 Maret 2021, dan pihak dayah menyampaikan juga pada polisi," ucapnya.

Setelah ketiga saksi melakukan penyisiran bersama pihak kepolisian di lokasi kejadian, kemudian polisi mengunjungi rumah keluarga korban dan memberitahukan peristiwa tersebut.

"Pihak keluarganya sudah terima, mereka memaklumi dan mengikhlaskannya," pungkasnya. ***

Komentar

Loading...