Melatih Kesiagaan Anak Menghadapi Gempa dan Tsunami

Melatih Kesiagaan Anak Menghadapi Gempa dan Tsunami
Simulasi bencana gempa dan tsunami. | Foto KBA.ONE: Nurnisa

Sejumlah siswa dan guru diperankan dalam kondisi berdarah-darah menggambarkan korban tertimpa reruntuhan bangunan.

KBA.ONE, Banda Aceh - Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengadakan simulasi tanggap bencana di Escape Building Meraxa, Lampaseh, Banda Aceh, Kamis 26 April 2018.

Kegiatan simulasi ini diadakan mengingat kondisi geografis Kota Banda Aceh merupakan wilayah yang rawan bencana. Simulasi digambarkan dengan skenario gempa sangat dahsyat yang menimbulkan tsunami, seolah mengulang kembali masa kelam bencana gempa dan tsunami tahun 2004 lalu.

Para siswa/siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekola Menengah Pertama (SMP) tampak antusias mengikuti tahapan simulasi kebencanaan. Begitu ada peringatan melalui sirine, para siswa tersebut mulai berlarian menuju escape building.

Sejumlah siswa dan guru diperankan dalam kondisi berdarah-darah menggambarkan korban tertimpa reruntuhan bangunan. Siswa dan guru yang selamat langsung memberikan pertolongan kepada rekannya yang lain. Beberapa saat kemudian datang tim BPPD Banda Aceh, untuk melakukan pertolongan pertama dan melakukan evakuasi.

Simulasi diadakan mulai pukul 8.30 Wib, diikuti sekitar 250 siswa SD Negeri 21, SMP 15 dan MTSN Darussalam. Tarmizi Yahya, perwakilan Wali Kota Banda Aceh mengapesiasi BPBA yang telah memfasilitasi kegiatan simulasi bencana tersebut. Menurutnya, kegiatan positif itu sangat baik untuk anak didik agar lebih mengetahui bagaiman ketanggapan dan kesiapsiagaan saat bencana alam datang tiba-tiba.

Dia mengenang 70.000 warga Banda Aceh yang hilang karena musibah itu. Hampir 80 persen masyarakat Meraxa hilang ditelan tsunami. "Saya rasa penting sekali menanamkan pendidikan tentang kebencanaan, kepada anak-anak sejak dini, khususnya di Banda Aceh," ujar Tarmizi.

Belajar dari pengalaman pahit di masa lalu, BPBA Kota Banda Aceh memandang penting untuk mengajarkan tanggap bencana kepada masyarakat. Khususnya tentang kesiap-siagaan terhadap bencana.

"Ini penting untuk anak-anak, minimal paham dan mengerti tahapan penyelamatan diri pada saat darurat bencana. Secara geografis Kota Banda Aceh merupakan kota rawan bencana, seperti banjir karena kawasan hilir daerah Krueng Aceh dan gempa bumi. Setelah mengetahui standar operasional prosedur, siswa dan guru tidak lagi kebingungan pada situasi bencana," ujar Tarmizi.

Komentar

Loading...