Melihat Keajaiban Danau Toba dari Google Street View

Melihat Keajaiban Danau Toba dari Google Street View
Alat Trekker. | Foto KBA ONE: Ghandi

Proses pengambilan gambar sudah dilakukan dari 30 Juli hingga 7 Agustus lalu. Tapi kali ini Google ingin menunjukkan kembali bagaimana proses pemetaan itu dilakukan sebelum Google Street View Danau Toba diluncurkan.

SORE itu hujan membasahi tanah Toba. Rombongan wartawan dan influencer baru saja tiba di kota Parapat  menuju Hotel Niagara, sekitar satu kilometer dari pusat kota. Tidak ada agenda khusus hari itu. Rombongan dipersilahkan rehat agar esok lebih segar menjalani agenda lanjutan.

Tanggal 25 September 2018, tiga mini bus kembali mengantarkan kami beranjak dari hotel menuju pelabuhan. Dua kapal penumpang sudah dipersiapkan di sana. Tapi ada yang berbeda dengan salah satu kapal. Tampak sebuah alat berwarna biru, bentuknya bulat, dengan sanggahan besi di bawahnya diletakkan di atas kapal.

Alat itu adalah Trekker, kamera teknologi terbaru milik Google yang diperkenalkan pada 2012. Ada 15 lensa di dalamnya, masing-masing menunjukkan ke arah berbeda yang memungkinkan kamera mengambil gambar memutar hingga 360 derajat.

Untuk memperlihatkan bagaimana cara alat ini bekerja, dan meluncurkan Google Street View di Danau Toba, Google mengundang beberapa media dari Jakarta dan Medan . Tampak pula Putri Indonesia Sumatera Utara, Putri Mentari Sitanggang, Duta GENRE (Generasi Berencana) Ridha Febrianti, dan Vlogger Medan, Ghandy November.  Tiga petinggi Google pun turut hadir dalam kegiatan tersebut. 

Peluncuran Google Street View. | Foto KBA ONE: Ghandi.

Pada pukul 08.30 WIB, kapal menuju Tomok, salah satu destinasi wisata populer di Danau Toba. Cuaca Danau Toba terasa sejuk dan tampak bersahabat pagi itu. Permukaan air danau pun begitu tenang.

Sinaga, nahkoda kapal yang sudah bekerja selama 6 tahun, menjelaskan perjalanan dari Parapat menuju Tomok memakan waktu sekitar 45 menit. "Hari ini cuacanya enak, Danau Toba, ya, kayak ginilah bang, agak ada yang seram kayak kata orang itu. Yang penting kita ikut aturan dan menghargai alam," kata sinaga sambil tertawa.

Proses pengambilan gambar sebenarnya sudah dilakukan dari 30 Juli hingga 7 Agustus lalu. Tapi kali ini Google ingin menunjukkan kembali bagaimana proses pemetaan itu dilakukan sebelum nantinya Google Street View Danau Toba diluncurkan.

Usai menyusuri Danau Toba bersama alat Trekker, rombongan pun sampai di Tomok. Di sana, rombongan mengunjungi wisata patung sigale-gale dan menari tor-tor bersama. Juga mengunjungi makam Raja Sidabutar dan Museum di Tomok. Usai mengelilingi Tomok, rombongan pun kembali ke kapal menuju hotel.

Di perjalanan, Nhazlisham Hamdan, Program Manager Google Asia Pasifik, mengakui bahwa Danau Toba punya potensi yang luar biasa untuk menjadi Pariwisata dunia. "Uniknya, kali ini kita memasang Trekker di atas kapal tradisonal, ini pertama kalinya. Bedanya, biasa di darat kita memfoto jalanan, di sini kita mengambil gambar panorama Danau Toba yang ternyata luar biasa indahnya," ujar pria berkebangsaan Malaysia ini. 

Google menunjukkan Google Street View. | Foto KBA ONE: Ghandi.

Nhaz, begitu dia biasa disapa, juga mengulas sedikit tentang ketangguhan Trekker. Kata Nhaz, pada Trekker itu terpasang baterai yang bisa bertahan hingga 5 jam. Juga terdapat pula prosessor dan memori di dalamnya."  Bedanya Trekker ini dengan yang ada di mobil, di sini prosessor atau komputernya sudah satu paket pada alat tersebut. Lalu, data disimpan di memori, baru dikirim ke Google untuk diolah," jelas  Nhaz.

Soal kendala, Nhaz mengaku hanya faktor cuacalah yang menjadi ancaman saat melakukan pemetaan di Danau Toba. Apalagi cuaca di Danau Toba suka tidak menentu. Nhaz bersyukur selama satu bulan,  akhirnya, tugas mereka selesai untuk mengambil gambar di Danau Toba.

Sesampainya di Pelabuhan Parapat, dan kembali ke Hotel Niagara, usai santap siang, rombongan menyaksikan peluncuran Google Street View yang diwakilkan tiga petinggi Google, yaitu Jason Tedja Sukmana, Google Indonesia, Nhazlisham Hamden Program Manager Google Asia Pasifik, dan Ryan Rahardjo, Public Policy Senior Analyst Google Indonesia.

Pada kesempatan itu, Ryan Rahardjo menyatakan bahwa ini merupakan bentuk komitmen Google mendukung upaya pemerintah dalam mempromosikan keindahan Danau Toba, salah satu dari 10 Destinasi wisata prioritas.

Di acara itu hadir juga perwakilan dari Kementerian Pariwisata Indonesia. “Pak Menteri Arief Yahya mengapresiasi inisiasi Google yang terus menjadikan destinasi wisata di Indonesia mudah diakses secara virtual,” katanya.

Jason, Humas Google Indonesia, mengaku sangat terpesona melihat keindahan Danau Toba. "Sudah 20 tahun saya di Indonesia dan baru dua kali saya ke Danau Toba. Saya sedikit menyesal kenapa tidak dari dulu saya ke sini. Danau Toba luar biasa indahnya," aku pria bule berperawakan tinggi itu.

Jason juga menunjukkan beberapa hasil pengambilan gambar di Danau Toba. Di antaranya, panorama alam Air Terjun Situmurun, Air terjun Binangalom. Ada pula Batu Gantung yang terletak di Kabupaten Simalungun, Parapat, Lamhot Tua, Pantai Pasir putih, dan banyak panorama indah lainnya.

Ditandai meletakkan tangan ke layar, Google pun resmi meluncurkan Google Street View di Danau Toba. Dan Anda, para penyuka panorama alam semesta, kini sudah bisa melihat salah satu keajaiban dunia itu lewat Google Street View. Selamat beriang gembira di dunia maya bersama inovasi Google! ***

 

 

 

 

Komentar

Loading...