Memancing di Pulau Keuh dan Kisah Raja Hitam Patek

Memancing di Pulau Keuh dan Kisah Raja Hitam Patek
Lomba memancing di Pulau Keuh | KBA.ONE/Khadafy

Beberapa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Keuh, kata Fauzi, mengatakan ombak di pulau itu cocok untuk berselancar.

KBA.ONE, Calang - Lomba memancing di Pulau Keuh, Aceh Jaya, diikuti para pemancing dari beberapa kabupaten dan kota di Aceh. Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Aceh Mustafa pada Sabtu, 18 November 2017.

Keseruan lomba memancing ini dimulai dari keberangkatan. Peserta harus menaiki boat menuju pulau yang berada di Gampong Patek tersebut. Perjalanan dari dermaga di Gampong Patek ke dermaga Pulau Keuh, menghabiskan waktu sekitar 15 menit, bila cuaca cerah.

Luas Pulau Keuh sekitar 30 hektare. Pantainya berpasir putih dan di kedalaman lautnya terdapat beberapa titik terumbu karang. Pemandangan bawah laut itu kerap menjadi objek snorkeling oleh wisatawan.

Fauzi, pemuda Gampong Patek mengatakan, Keuh kerap didatangi turis asing. Selain melihat keindahan terumbu karang, wisatawan juga memanfaatkan ombak di pulau itu untuk berselancar. Kata Fauzi, sejauh ini turis yang berkunjung ke sana berasal dari Perancis, Kanada, dan Australia, Jepang, dan Malaysia. "(Mereka datang) Bersama guide bernama Patric dari Perancis yang tinggal di Lhoknga, Aceh Besar," ujar Fauzi.

Beberapa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Keuh, kata Fauzi, mengatakan ombak di pulau itu cocok untuk berselancar. "Tiap tahun mereka rutin berkunjung untuk berselancar di sini," ujarnya.

Pulau Keuh sendiri, tambah Fauzi, sejak dulu dihuni Raja Hitam Patek. Fauzi tak sempat menjelaskan siapa Raja Hitam tersebut. Namun, kata dia, hingga kini ada beberapa petak tanah di pulau itu yang dimiliki keturunan raja tersebut

Di Pulau Keuh juga ada sumber air tawar dari sebuah mata air. "Tempat ini dulu pernah dimanfaatkan petani untuk menanam padi."

Adapun panitia lomba memancing, Yah Muh mengatakan ada empat kelas yang diperebutkan dalam perhelatan itu. "Kelas dasar peseorangan, kelas poping dan casting perseorangan, serta kelas tim."

Untuk juara lomba pada setiap kelas, panitia menentukan juara pertama hingga ketiga lewat perolehan total berat ikan tertinggi yang berhasil dipancing. "Sesuai ketentuan panitia, berat ikan yang diambil tiga ons ke atas, sedangkan untuk tiga ons ke bawah dirilis (dilepaskan) kembali," ujarnya.

Total hadiah lomba Rp30 juta dengan hadiah utama sebuah sepeda motor metik. Panitia juga menyediakan doorprizes dan hadiah hiburan lainnya.

Berkah Lomba Mancing

Lomba memancing di Pulau Keuh memberikan berkah kepada warga yang ikut datang ke pulau untuk berjualan kopi, nasi, dan lontong. Sakdiah, salah seorang pedagang mengaku senang karena pendapatannya ikut bertambah. "Acara seperti ini jarang dilaksanakan. Selama ini belum pernah ada orang datang dari seluruh penjuru Aceh. Senang sekali kami melihat gampong kami jadi ramai. Dengan adanya kegiatan ini sudah memberikan kami limpahan rezeki yang mencukupi," ujarnya.

Ia berharap lomba seperti itu sering diadakan. Selain itu, pemerintah mengelola Pulau Keuh dengan baik agar menjadi destinasi wisata. "Sehingga masyarakat di sekitar ini, bisa mendapatkan rezeki seperti sekarang. Sayang kalau pulau yang indah seperti ini tidak dikelola dengan baik. Sekarang saya lihat pemerintah sudah mulai mempersiapkan sarana di pulau tersebut. Mudah-mudahan bisa berjalan sesuai harapan masyarakat."

Bukan hanya pedagang dadakan seperti Sakdiah, para nelayan pemilik boat juga turut kecipratan rezeki. Boat-boat mereka disewa panitia untuk membawa para peserta memancing ke Pulau Keuh. Ada sekitar 20 boat yang disewa untuk mengangkut pemancing.

Harapan Sakdiah disambut baik Sekda Mustafa. "Semoga ini menjadi event yang lebih luas dan menjadi rutinitas kegiatan kita baik yang dilakukan oleh kecamatan maupun kabupaten," ujar Mustafa.

Selain itu, kata Mustafa, Pemerintah Aceh Jaya mulai tahun depan akan membangun infrastruktur pendukung di Pulau Keuh. Selain dijadikan spot memancing, tak menutup kemungkinan, kata Mustafa, di situ digelar lomba surfing. "Dengan adanya kegiatan seperti ini, juga memperlihatkan keindahan pulau kita yang berada di wilayah Kabupaten Aceh Jaya, sehingga investor tertarik masuk."

Kontributor Aceh Jaya, Khadafy

Komentar

Loading...