Membangun Kesadaran di Hari Perempuan

Membangun Kesadaran di Hari Perempuan
Peringatan Hari Perempuan di Gampong Deah Tengoh, Banda Aceh. Foto: KBA/Nur Nisa.

Untuk membuka kesadaran para kaum perempuan bahwa terdapat banyak masalah dalam pencapaian dan pemenuhan hak-hak perempuan di Aceh untuk saat ini.

KBA.ONE, Banda Aceh – Puluhan ibu rumah tangga di Gampong Deah Tengoh mengikuti diskusi dan tausiah untuk memperingati hari Perempuan International. Acara ini digelar di Gedung Penyelamatan Deah Tengoh, 9 Maret 2018.

“Momentum ini harus menjadi dasar buat seluruh pengambil kebijakan di semua level agar bisa menghargai, memfasilitasi, memudahkan, membuka akses, menjamin manfaat dan kontrol untuk pemenuhan hak-hak perempuan termasuk di dalamnya hak kesehatan reproduksi, dan kesehatan seksual,” kata Amrina Habibi selaku Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Jumat, 9 Maret 2016.

Kegiatan ini dilakukan sebagai momentum dan advokasi untuk kaum wanita agar mengetahui hak-hak mereka. Ia juga mengatakan momentum ini perlu diingat dan perlu disegarkan kembali untuk membuka kesadaran para kaum perempuan bahwa terdapat banyak masalah dalam pencapaian dan pemenuhan hak-hak perempuan di Aceh untuk saat ini.

“Sehingga semua yang mengambil kebijakan mulai dari level rendah dari tingkat gampong pemerintah provinsi dan nasional terus berupaya untuk melakukan pencapaian yang ideal,” kata Amrina.

Di kesempatan yang sama Riswati, perwakilan LSM Flower, mengatakan kegiatan ini dilakukan di tingkat desa sebagai penguatan dan upaya dasar kepada kaum perempuan di tingkat bawah.

“Kita memastikan perempuan di tingkat desa apa yang menjadi kebutuhannya, ini kan berkaitan dengan kebutuhan perempuan. Jadi kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk pengorganisasian terhadap perempuan di tingkat desa, yang advokasinya juga di mulai di tingkat desa karena semua kasus yang banyak yang dimulai dari desa,” kata Riswati.

Kagiatan ini dibuat di tingkat desa bertujuan untuk dapat menyentuh semua kalangan. Berbeda jika aktivitas ini dibuat di tingkat kabupaten, belum tentu banyak yang terlibat.

Ia mengungkapkan hampir semua peserta diskusi ini merupakan perempuan dampingan Flower. Lembaga ini rutin mengadakan diskusi perempuan setiap bulan. Dalam diskusi ini, para wanita dapat saling berbagi informasi dan cerita pengalaman hidupnya serta penguatan penguatan lainya.

Flower tidak hanya berbicara tentang hak-hak perempuan juga penguatan ekonomi. Jadi kita berharap wanita juga bisa cerdas dan berdaya secara ekonomi jika itu sudah dimiliki maka akan mudah untuk di advokasi.

Komentar

Loading...