Menang di PN Banda Aceh, Eks Pekerja Doremi Ice Daftarkan Kontra Memori Kasasi

Menang di PN Banda Aceh, Eks Pekerja Doremi Ice Daftarkan Kontra Memori Kasasi
Ilustrasi gugatan | nusabali.com

KBA.ONE, Banda Aceh - 11 eks (mantan) pekerja PT. Doremi Ice Indonesia memenangkan gugatan sebesar Rp421 juta terhadap perusahaan tempat mereka bekerja. Namun, belum merasa lega, tergugat dalam perkara tersebut mengajukan kasasi.

Untuk itu, Senin, 29 Maret 2021, tim kuasa hukum yang di koordinasi oleh Farizah bersama rekannya Riki Yuniagara dan Perwakilan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang diketuai, Habibi Inseun dan Edi Jasward, mendaftarkan kontra memori kasasi sebagai balasan dari memori kasasi tergugat.

Ketua DPW FSMI, Habibi Inseun, mengatakan perkara ini berawal sejak PT. Doremi Ice Indonesia melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap eks pekerja pada 15 Oktober 2019, setelah tanda tangan Perjanjian Bersama (PB), 14 Oktober 2019 tanpa diberikan hak normatif.


"Setelah itu pekerja telah mengupayakan proses mediasi baik bipartite maupun tripartit namun tidak ada kesepakatan," kata Habibi, Selasa, 30 Maret 2021.

Akhirnya, pada 20 November 2020, eks pekerja mengajukan gugatan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) di PN Banda Aceh. Melalui proses persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) PN Banda Aceh.

Habibi menyampaikan, kesebelas pekerja telah dapat membuktikan dalil gugatan, bahwa tergugat telah melanggar Pasal 163 Ayat (2) UU No.13 tahun 2003 tentang Ketengakerjaan. Sehingga Majelis Hakim PHI pada PN Banda Aceh memberikan pertimbangann hukum bahwa tergugat telah  melanggar Hukum.

Kemudian, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Rahmawati, dengan anggota, Ayi Afriyanto dan Yuliazmen, memutuskan bahwa perkara 
Nomor 19/Pdt-Sus-PHI/2020/PN-BNA diputuskan dengan memenangkan gugatan penggugat senilai Rp421 juta.

Koordinator Tim Kuasa Hukum 11 Eks Pekerja PT Doremi Ice Indonesia, Farizah, mewakili tim kuasa hukum DPW FSPMI Banda Aceh sangat  mengapresiasi putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim.

Menurutnya, Majelis Hakim sudah mempertimbangkan bukti, saksi-saksi serta fakta - fakta pada persidangan dengan memberikan putusan yag berkeadilan pada 11 pekerja tersebut. Meskipun, berada di pihak yang menang penggugat masih mau mengupayakan win win solution mengingat penyelesaian damai adalah jalan terbaik.

"Apalagi salah satu pemilik saham PT Doremi tersebut adalah wakil rakyat harusnya memperhatikan nasib pekerja, oleh karena itu usaha damai tetap ditempuh setelah keluar putusan tersebut," sebut Farizah.

Hanya saja, kata Farizah, saat belum mencapai titik kesepakatan yang baik, dan tergugat masih menggunakan haknya untuk mengajukan upaya hukum kasasi dan atas kasasi tersebut hari ini penggugat mendaftarkan kontra memori kasasi.

Untuk diketahui, PT Doremi Ice Indonesia sebelumnya mengambil alih asset dari PT Young Feng food yang juga bergerak di bidang usaha distribusi es krim (Aice) yang beralamat di Krueng Cut Aceh Besar komplek pengudangan yang dimiliki oleh investor asal Tiongkok (China) dan juga melibatkan investor lokal.

Para pekerja PT. Doremi sendiri mempunyai organisasi serikat pekerja yang bernama, Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) yang merupakan afiliasi FSPMI.

Komentar

Loading...